Dewan Desak Penertiban PKL Tegas, tapi Humanis

1 Juli 2011

Fatkur Rohman,  ST, MTSurabaya-Keseriusan Pemkot Surabaya dalam menata PKL masih dipertanyakan kalangan DPRD Surabaya. Para legislator itu berharap, pemkot bisa berlaku tegas untuk mengatasi PKL yang membandel. Anggota Komisi D DPRD Surabaya Fatkur Rohman mengatakan, permasalahan PKL seperti yang ada di depan RSAL dr. Ramelan itu sebenarnya sering terjadi. “Seharusnya pemkot bisa bertindak tegas. Kan apa pun alasanya, itu untuk jalan. Karena itu perlu ditertibkan sebelum bertambah banyak,” tambahnya.

Namun, politisi dari PKS juga berharap pemkot menerapkan cara – cara humanis. Dia menyarankan para PKL itu diajak berdialog dan tertibkan dengan cara-cara persuassif. Apalagi mayoritas PKL itu juga warga Surabaya, sehiingga perlu dicarikan tempat bagi mereka untuk tetap berjualan.

Namun, Fatkur menilai, salah satu permasalahan yang dihadapi Surabaya adalah tidak berimbangnya jumlah PKL dengan sentra PKL yang ada. Sentra PKL yang ada saat ini masih belum bisa menampung jumlah PKL, sehingga banyak dari mereka yang kemudian nekat berjualan di jalan.

Karena itu, Fatkur mendesak pemkot segera menyelesaikan proyek sentra PKL yang saat ini sedang berjalan. “Bila perlu, carikan lahan lagi untuk dibangun sentra PKL baru. Menurut saya jumlahnya perlu ditambah sehingga PKL bisa tertampung dan tidak lagi mengganggu jalan,” katanya.

Ketika dintanya tentang masih banyaknya sentra PKL yang tidak maksimal menampung PKL, Fatkur membenarkan hal itu. Menurutnya, perlu segera dicari tahu alasan pedagang enggan menempati sentra PKL. Selain itu, dia juga menilai, pembinaan terhadap PKL selama ini masih lemah.

Namun, ketua fraksi PKS DPRD Surabaya itu mengatakan , permasalahan PKL tidak bisa diselesaikan hanya dengan pembangunan sentra PKL saja, “PKL itu kan ekonomi rakyat yang bersifat mikro. Karena itu, perlu dicarikan solusi yang juga bersifat mikro, yaitu pasar,” katanya.

Dia menilai, yang terpenting dalam penataan PKL adalah pembenahan pasar. Menurutnya, manajemen pasar di Surabaya masih lemah sehingga banyak pasar yang kondisi crowded. Dia yakin, bila kondisi pasar sudah nyaman dan masyarakat banyak yang datang, PKL pasti mau berjualan di tempat tersebut. (dew/oni)

Sumber : Jawa Pos 30 Juni 2011

1 komentar untuk “Dewan Desak Penertiban PKL Tegas, tapi Humanis”

  1. pudji rianto pada 26 Desember 2011 12:46 am

    Bagi PKL selangka lebih maju dari toko/supermaket yg lainnya,mereka gak mau kehilangan peluang ntuk mendekati tempat keramaian tanpa memperhatikan ketertiban jalan. Pentingnya pembekalan ntuk m’program skedul demi kesejahtraan mereka dg penyuluhan2 lgs d’tempat mereka secara berkelompok, syukur2 sekalian d’kasih amonisi permodalan sbgaimana spt KSM yg byk d’gulirkan oleh LAZ/wajiha2 yg punya kepentingan dg visi-misi mereka perduli/berbagi bersama masy. Jadi ini bukan tanggung jawab sepenuhnya pemerintah aja, tapi semua elemen masy.hrs terlibat. toh PKL itu kan jg dr masy.yg berkreasi dlm ekonomi mikro/tiang alit sanes elit (kt org jawa).

Kirim Komentar


Spam Protection by WP-SpamFree