Reni Astuti : APBD Rp. 5,1 Triliun Digedok
26 January 2012 oleh FPKS | 50 klik
Meski sempat diwarnai hujan interupsi, akhirnya Anggarapn Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya 2012 dengan kekuatan Rp. 5,1 Triliun atau Rp. 5.157.056.704.814,- disahkan DPRD Surabaya Jumat (20/1). Dengan adanya pengesahan APBD ini, maka pembangunan di Surabaya mulai bergerak lagi.
Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana mengatakan setelah RAPBD 2012 disahkan DPRD, pihaknya berharap agar pemkot secepatnya menyerahkan ke Gubernur Jatim untuk di evaluasi. “Paling tidak lama, bisa saja pada awal Februari mendatang APBD 2012 sudah bisa digunakan,” ujarnya usai paripurna.
Sedangkan Walikota Tri Rismaharini mengatakan pihaknya akan segera menyerahkan APBD 2012 ini ke pemprop. Ia menambahkan anggaran APBD 2012 ini memang jumlahnya terpaut tipis dengan APBD 2011. “Porsi anggaran memang paling besar pada belanja tak langsung. Namun begitu untuk anggaran belanja langsung tetap banyak,” cetusnya.
Dalam APBD 2012 dengan kekuatan Rp. 5.157.056.704.814,- dengan pendapatan daerah Rp. 4.595.737.151. Maka defisit Rp. 561.355.967.665,-.
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Surabaya Reni Astuti, S.Si mengatakan APBD 2011. “Bedanya kalau APBD sebelumnya silpa (sisa lebih perhitungan anggaran) lebih banyak atau mencapai Rp. 2,1 Triliun, sedangkan yang sekarang hanya Rp. 572 miliar atau mendekati real,” kata politisi PKS ini.
Sementara itu dalam rapat paripurna terjadi hujan interupsi terkait usulan uang duka Rp. 1 juta bagi warga yang kehilangan salah satu keluarganya. (udi)
Sumber : Koran Memorandum 21 Januari 2012

Comments