’Tiket KBS Harus Lebih Murah’
SURABAYA – Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Surabaya menyatakan perlu ada kajian penetapan tiket di Kebun Binatang Surabaya (KBS) menyusul pergantian pengelolaan dari Tim Pengelolaan Sementara (TPS) KBS kepada pemerintah kota mulai Maret mendatang. Mestinya, tiketnya lebih murah.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Alfan Khusaeri, menyatakan Pemkot harus mampu memberikan alasan penerapan tarif KBS dalam raperda yang diserahkan ke DPRD yang dinilai lebih mahal. “Soal itu, perlu ada kajian tentang penetapan tarif,” katanya.
Untuk itu, lanjut dia, perlunya kajian tersebut untuk agar mengetahui tujuan penetapan tarif, apakah ingin mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD ) yang besar, atau tetap menjadikannya tempat rekreasi yang murah bagi masyarakat.
Menurutnya, kenaikan ini cukup berpengaruh. Alfan mengatakan bagi orang menengah ke atas, kenaikan tairif tidak masalah, namun bagi warga miskin, mereka datang ke KBS biasanya kalau hari libur atau hari besar. “Kalau tarifnya dinaikkan, apa mereka mau datang lagi ke KBS?” tanyanya.
Nantinya, tarif retribusi pengunjung dengan usia di atas 3 tahun dipungut Rp 15 ribu, padahal sebelumnya hanya Rp 10 ribu. Khusus hari Raya Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru tarifnya naik menjadi Rp 25 ribu per orang, padahal sebelumnya hanya Rp 15.000. Selain itu, pengunjung yang masuk ke aquarium dikenakan tambahan tarif Rp 10 ribu, padahal sebelumnya tidak dikenakan tarif.
Pengunjung yang mengikuti paket out bond dikenakan tambahan retribusi Rp 40 ribu. Bagi pengunjung yang ingin naik gajah dikenakan Rp 10 ribu, naik kuda Rp 5 ribu dan kereta unta Rp 5 ribu. ant
(Surabaya Post)
Kirim Komentar