PKS Minta Lahan Warga Jemur Gayungan Dibebaskan

6 April 2012

perkampungan itu tidak layak lagi sebagai tempat tinggal. Selain tingginya polusi lantaran kendaraan yang berlalu-lalang, warga yang tinggal juga terancam menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

Pembangunan Surabaya sangat pesat. Implikasinya, beberapa kawasan kampung yang masuk area perkembangan hilang dari peta bumi. Seperti yang dialami warga RT 1 RW III Jemur Gayungan, kelurahan /kecamatan Gayungan.

Sejak jalan Ahmad Yani menjadi dua jalur, perkampungan seakan terbelah. Ironisnya, masih ada beberapa kepala keluarga yang masih tertahan di pulau jalan Bundaran Dolog. Dari segi keamanan dan kenyamanan, mereka jelas sangat terganggu. Seiring meningkatnya volume kendaraan dan kebutuhan pelebaran jalan, perkampungan yang tersisa itu kembali dikepras. Sayang, pengeprasan tidak dilakukan total.

Komisi C DPRD Surabaya melihat perkampungan itu tidak layak lagi sebagai tempat tinggal. Selain tingginya polusi lantaran kendaraan yang berlalu-lalang, warga yang tinggal juga terancam menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

“Beberapa rumah yang tersisa sekalian dibebaskan semua saja. Supaya bekas lahan kampung bisa dijadikan lahan pendukung taman Pelangi Bundaran Dolog,” kata anggota Komisi C Reni Astuti kemarin (3/4).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini berharap, jika pembebasan belum bisa dilakukan secepatnya, sebaiknya pemkot memasang lampu lalu lintas atau zebra cross. Sehingga warga yang hendak menyeberang jalan tidak terancam tertabrak kendaraan.

“Untuk polusi mungkin bisa sedikit terserap oleh keberadaan Taman Pelangi. Tapi soal keamanan itu yang terpenting. Saya kira, Pemkot Surabaya sangat mampu untuk bebaskan lahan yang tersisa,” sambungnya.

Soal nilai pembebasan lahan, kata Reni, pemkot bisa menggandeng tim penaksir atau appraisal independen. Penaksiran itu yang akan menjadi patokan pembebasan lahan, selain Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP).

Pernyataan anggota Komisi C sangat didukung warga yang masih tersisa. Kardi, salah satu KK yang masih tertahan, berharap pembebasan bisa dilakukan untuk semua rumah.

Menurut dia, sudah banyak warga Jemur Gayungan yang jadi korban kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kualitas udara di sana semakin buruk sehingga banyak warga yang sesak nafas. Penyebabnya, warga banyak menghirup asap kendaraan bermotor yang lewat di sana.

“Ini soal jiwa manusia yang saat ini terancam, jadi kami meminta kepada pemkot jangan hanya membuat rencana namun harus ada kenyataan. Kami siap pindah dari sana dengan harapan tanah dibebaskan,” harapnya.

Terpisah, Kasi Perencanaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Surabaya Eko Ismardianto menegaskan, pelebaran atas Bundaran Dolog akan dilakukan. Karena memerlukan lahan, otomatis pemukiman yang ada sekarang akan dibebaskan.

“Untuk perencanaan dan pengerjaan semua dilakukan pusat. Pembebasan lahan memang menjadi tanggungan pemkot. Untuk saat ini belum bisa dilakukan karena menunggu pusat,” papar Eko. (BERITA METRO 4/4/2012) [mfu]

Kirim Komentar


Spam Protection by WP-SpamFree