Kinerja Pegawai Pemkot Sby Tak Optimal

25 April 2012

Dari evaluasi DPRD Surabaya, diketahui jika pada 2011 lalu, Pemkot Surabaya sama sekali tak memberi apapun ke masyarakat. Pemberian itu berupa tak lancarnya pembangunan di kota ini.

Bahkan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. LKPj itu masih dalam pembahasan dewan. Disebutkan jika masalah serapan anggaran secara transparan. Seperti serapan atas Belanja Modal yang hanya terserap 43 persen dari nilai di APBD sebesar Rp1,2 triliun.

“Belanja Modal itu terkait anggaran pembangunan. Jika dihitung dari nilai APBD, maka pembangunan yang terserap hanya sebesar Rp543 miliar saja,” tukas anggota Pansus LKPj, Alfan Khusaeri.

Sementara untuk Belanja Pegawai, justru terserap lebih besar. Mencapai 87 persen atau sebesar Rp1,3 triliun dari nilai yang dianggarkan di APBD sebesar Rp1,5 triliun. Serapan yang besar itu sayangnya tak diimbangi dengan kerja pegawai yang optimal.

“Dari sini kita bisa simpulkan jika saat ini Pemkot hanya mengutamakan masalah internal birokrasi saja, daripada melakukan pembangunan untuk masyarakat,” tambah dia.

Oleh: Windhi Ariesman-Editor: Vivi Irmawati (CENTROONE.com)

Kirim Komentar


Spam Protection by WP-SpamFree