Dorong APBD Pro-Perempuan
28 September 2009 oleh FPKS | 116 klik

Surabaya – Meski pembahasan RAPBD Surabaya 2010 masih tersendat, lantaran proses penetapan pimpinan dewan dan komisi, bukan berarti luput dari perhatian masyarakat. Salah satunya, aspirasi masyarakat agar kebijakan yang menyangkut keluarga, wanita dan anak harus mendapat porsi lebih. Hal itu diungkapkan Reni Astuti, Anggota DPRD Surabaya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), di gedung dewan.
“Kebijakan seperti kesehatan ibu dan anak, upaya pengendalian gjzi buruk, pembangunan sarana prasarana yang pro perempuan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan trafficking, harus mendapat perhatian” ujarnya. Karena itu, masyarakat yang ditemui Reni menyatakan, pembahasan APBD kedepan harus jeli agar masalah perempuan mendapat tempat yang proporsional.
Reni menambahkan, untuk itu perlu ada wadah khusus yang bisa memperjuangkan segala kebijakan properempuan, termasuk dalam pembahasan APBD.
“Salah satunya dengan mendorong berdirinya Kaukus Perempuan Parlemen Surabaya”. Kaukus ini, lanjut lulusan ITS ini, akan bisa menjembatani aspirasi kaum perempuan Surabaya di berbagai komisi dan fraksi. ”Jumlah anggota dewan yang perempuan periode ini 16 orang, tapi mereka tersebar dalam berbagai fraksi dan komisi”.
Karena itu, sambung Reni, keberadaan kaukus ini diharapkan bisa menjembatani kepentingan ibu dan anak. ”Sekarang saatnya kita membuktikan, kuota perempuan yang 30 % sudah dipenuhi DPRD Surabaya ini bisa berjalan ampuh, khususnya untuk membela hak-hak warga” pungkas perempuan berjilbab ini.



Comments