Dewan Sesalkan Proyek SSC Molor
30 October 2009 oleh FPKS | 92 klik

Surabaya – Pembangunan Surabaya Sport Center SSC di Surabaya Barat, dipastikan molor. Bahkan, keterlambatan dari target akhir Desember 2009 mestinya membuat kontraktor membayar denda kepada pemerintah kota. Namun, berdasarkan hearing komisi C, Jum’at (30/10) dengan dinas Cipta Karya dan Tata Ruang mengungkapkan denda tersebut tak bakal diperoleh pemkot , karena gugatan kontraktor dimenangkan oleh pengadilan. Bahkan kontraktor diberi toleransi sampai Juni tahun 2010 untuk rampung.
Anggota Komisi C, Reni Astuti menyesalkan keterlambatan proyek yang memakan biaya sekitar 440 milyar ini. Bahkan masih ada anggaran hampir 134 milyar masih belum terserap gara-gara kemoloran itu yang akan dikerjakan tahun depan. ” Proyek prestisius yang ditunggu-tunggu warga kota kok jadi gini, patut disesalkan” ungkap Reni.
Apalagi, keterlambatan ini tidak ada kompensasi apapun. ” Ini pakai dana rakyat, tidak bisa dibiarkan begitu saja”, tegas Reni yang juga bendahara Fraksi PKS.Jangan sampai ini dijadikan pemakluman untuk proyek yang lain.
“Kemoloran ini menunjukkan perencananaan yang terburu-buru ditambah komitmen pelaksanaan yang tidak profesional, sehingga tak sesuai jadwal. Ada apa ini? ” ujar Reni saat ditemui di ruang fraksi sesuai hearing komisi C dengan dinas cipta karya dan tata bangunan.
Reni menambahkan, pemkot juga tidak serius memperjuangkan hak kompensasi jika keterlambatan proyek terjadi. ” Kita kehilangan potensi ratusan juta perhari karena denda kontraktor melayang.” pungkas legislator perempuan asal Partai Keadilan Sejahtera itu. Kalau perlu, harus ada pertanggungjawaban yang elegan kepada rakyat.
Seperti diketahui, DPRD Kota Surabaya periode lalu, meloloskan proyek Surabaya Sport Center. Pemerintah ngotot merealisasikan proyek dengan anggaran yang nilainya sangat besar. Rencananya, proyek yang salah satunya berupa Gelora Bung Tomo di Pakal Surabaya Barat ini, harus selesai sampai akhir Desember 2009. Alhasil, rencana tinggal rencana. Rakyat harus bersiap gigit jari menyaksikan mangkraknya mega proyek ini.



Comments