Anggaran Peresmian SSC Terlalu Mubadzir
4 November 2009 oleh FPKS | 195 klik

Surabaya – Rencana peresmian Gelora Bung Tomo tahun 2010 mengagetkan kalangan dewan. Pasalnya, peresmian itu memakan anggaran 12 Milyar. Kalangan dewan terkejut dengan pengajuan biaya pembukaan gedung olah raga di Surabaya Barat itu. Bahkan, Badan Anggaran (Banggar) meminta pemkot untuk merevisinya.
Anggota Banggar DPRD Kota Surabaya, Fatkur Rohman, mengatakan anggaran sebesar Rp 12.195.951.900 tidak tertampung dalam penyusunan RAPBD tahun 2010. Tapi, di akhir pembahasan di komisi D, anggaran prestisius itu dititipkan secara misterius. ” Apalagi kode rekening kegiatan nya masih belum ada, ini sesuatu yang aneh tapi nyata, tiba-tiba muncul belakangan” tudingnya. Ketika pembahasan, lanjut Fatkur, detail Rencana Kerja Anggaran (RKA) juga belum ada.
Apalagi, kegiatan prestisius itu sangat tidak sesuai dengan semangat pemerintah kota yang sedang konsentrasi dalam pengentasan kemiskinan dan penganganan gizi buruk. ” Nilainya terlalu besar, harus dirasionalisasi di tengah-tengah isu kemiskinan dan gizi buruk yang masih melanda Surabaya” ucap Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini, ketika ditemui setelah rapat Banggar, Selasa (3/11).
Kalangan dewan merasa kecolongan dengan kegiatan yang leading sectornya berada di dinas pemuda dan olah raga. Apalagi, dari 12 milyar itu, ada beberapa komposisi yang perlu dirasionalisasi. “Rinciannya, untuk upacara 2 milyar, untuk sewa bis 500 juta, bahkan untuk suvenir 2,5 milyar, ini kan pemborosan”, ungkap Fatkur. Ada juga anggaran kembang api sebesar 250 juta dan biaya mendatangkan klub sepak bola asing sebesar 1 milyar. “Konsep acaranya sebenarnya bagus, tapi jangan makan anggaran besar, masak semalam habis 250 juta untuk kembang api saja”, paparnya.
Mestinya, dispora bisa menggandeng SKPD lainnya agar terjadi penghematan. ” Kan bisa kerjasama dengan dinas perhubungan untuk bus, atau bagian perlengkapan untuk pengadaan kegiatan” usul Ketua DPD PKS itu. Yang jelas, beberapa Banggar DPRD Kota Surabaya, termasuk anggota dari FPKS tidak akan meloloskan kegiatan yang terkait dengan megaproyek Surabaya Sport Center ini. “Sense of Crisis dari pemkot jangan tenggelam gara-gara ini, saya yakin walikota bisa memahami usul dewan ini” tutup anggota komisi D ini.

Comments