Sesalkan Lesunya Pemkot Untuk Peningkatan Pendapatan Daerah

Kesungguhan pemerintah kota dalam menaikkan pendapatan daerah, diragukan kalangan dewan. Pasalnya, dalam pembahasan APBD tahun 2010 terungkap, target pendapatan kota Surabaya dinaikkan hanya sebesar 41, 8 Milyar, tepatnya Rp. 41.801.281.658.
Walaupun besar, angka itu masih dinilai kecil, sebab kenaikan sebesar itu juga sudah termasuk kenaikan Dana Alokasi Khusus sebesar 29 milyar dari pemerintah pusat. Sedangkan yang murni kinerja pemkot berasal dari parkir, kesehaatan, dan pariwisata.
Wakil Ketua Komisi B, Tri Setijo Puruwito, menilai, semangat dinas yang menjadi penghasil pendapatan masih kecil, berbeda dengan ketika menaikkan belanja. “ Misalnya, kalau ada permintaan dari dewan untuk menaikkan target pendapatan, mereka selalu terbentur pada keterbatasan SDM” ungkap Tri.
Padahal, lanjut Tri yang juga legislator Partai Keadilan Sejahtera, sumber masalahnya adalah keterbatasan data potensi pendapatan yang dimiliki SKPD terkait.
Mestinya, lanjut Tri, untuk menangkap target pendapatan yang lebih tinggi, pemerintah kota harus punya database potensi data yang dipublish ke kita. “Berapa titik reklame yang masih belum digali potensi pendapatannya, berapa titik parkir, berapa potensi pendapatan pariwisata jika dihubungkan dengan jumlah pengunjung di objek wisata. Belum pernah ada jawaban yang memuaskan dari dinas-dinas terkait” heran Wakil ketua FPKS ini.
“Ambil contoh pajak parkir, ketika ditanya, darimana kok bisa muncul kenaikan target pendapatan dari parkir sebesar 10 milyar, mereka menjawab hanya berasal asumsi” ungkap Tri. Selanjutnya, ketika dikejar darimana asumsi itu keluar, Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan menjawab asumsi pun juga tidak berdasar data yang jelas.
Lebih parah lagi, belanja untuk pengelolaan parkir di dinas lainnya, meningkat 10,6 Milyar. ”Ini kan sama juga kenaikan semu. Target pendapatan parkir digenjot naik 10 M, tapi belanja untuk pengelolaan parkir di dishub juga naik 10,6 M” ungkapnya
“Ini menunjukkan semangat untuk perbesar target pendapatan masih loyo” keluh Tri yang juga mantan ketua DPD PKS Surabaya ini.
Untuk diketahui, hasil hearing berbagai dinas dengan Komisi B, menghasilkan kenaikan target pendapatan kota Surabaya tahun 2010 sebesar Rp. 41, 8 milyar. Angka ini didapat diantaranya dari kenaikan target pajak parkir sebesar 10 Milyar, kenaikan target retribusi pariwisata sebesar Rp 664.667.164, kenaikan target hasil pengelolaan keuangan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 293.547.940 dan kenaikan retribusi daerah dari kesehatan, sebesar 1,7 Milyar. Target kenaikan tersebut, pekan ini, pembahasannya diserahkan komisi B ke Badan Anggaran (Banggar).
Kirim Komentar