Kasus Kisruh Kemoloran Pembangunan SSC

10 November 2009 oleh FPKS | 90 klik 

ssc2
DPRD Surabaya menyoroti kekalahan Pemkot atas gugatan kontraktor pengerjaan proyek Surabaya Sport Center ( SSC) di PN Surabaya. Dewan menuding ada permainan di balik kekalahan tersebut. “Ini ada yang tidak beres, saya akan mengejar kasus ini sampai tuntas,” kata anggota komisi C DPRD Surabaya, Reni Astutik, kemarin.

(sumber : surabayapagi, 9 November 2009)

Menurut Reni, kecurigaan dewan terlihat karena pemkot sampai saat ini tidak transparan terhadap putusan pengadilan. Padahal, anggota dewan berhak untuk mengetahui proses kekalahan gugatan. Sinyal tidak transparan Pemkot semakin terbaca karena sampai saat ini upaya hukum yang dilakukan pemkot belum kelihatan. “Kalau kalah gugatan seharusnya mengupayakan banding atau kasasi, ini tidak dilakukan. Ada apa ya!,” tanya dia.

Dengan fakta itu, akhirnya dewan mendesak supaya ada upaya terhadap kekalahan terhadap gugatan. Jika tidak, maka dewan semakin yakin ada kongkalikong yang dimainkan Pemkot dengan investor. Memang diakui Reni, untuk membuktikan dugaan permainan sangat sulit, karena pembuktian tidak terlihat. Namun semua bisa dirasakan sebab ada keanehan dalam proses hukum yang dilakukan. Kecurigaan lain yang muncul adalah sikap berbelit-belit yang ditunjukan Pemkot. Salah satu contoh mengenai resume putusan di pengadilan. Padalah dalam pertimbangan putusan itu, nantinya akan diketahui secara jelas siapa yang bersalah, termasuk kekurangan ada dimana. “Dari pertimbangan putusan akan terlihat yang salah pemkot atau investor. Anehnya Pemkot tidak mau memberikan pada Dewan,” terang politisi PKS ini

(sumber : Surabayapagi, 9 November 2009)

Comments