Kala Kontraktor Menantang Dewan

12 November 2009 oleh FPKS | 77 klik 

box culvert1
SURABAYA – Hearing penuh uring-uringan. Ini terjadi di DPRD Surabaya saat mendatangkan kontraktor box culvert, PT Rudy Jaya dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Senin (2/11).

DPRD Surabaya menuding kontraktor bohong dan omong kosong. Pasalnya, janji memasang plat besi penahan tepi sungai dengan kedalaman 12 meter agar rumah warga di sekitar proyek tidak ambruk di Semolowaru tidak dilaksanakan. Sementara, kontraktor menilai apa yang diinginkan dewan tidak masuk akal karena tanah di lokasi gembur. Bila ditancapi plat besi penahan dengan kedalaman 12 meter, kata kontraktor, justru akan membuat lebih banyak rumah di sana retak dan rusak.

“Mana janjinya? Jangan main bohong-bohonganlah. Tolong box culvert itu dikerjakan yang serius dan benar. Pembangunan box culvert itu untuk kepentingan publik dan menggunakan uang rakyat,” kata Agus Santoso, anggota Komisi C DPRD Surabaya.

Sementara Reni Astuti, anggota lain di komisi itu meminta kontraktor segera menyelesaikan kerugian yang diderita warga dalam pengerjaan proyeks enilai Rp 18 miliar itu.

“Warga masih mengeluhkan belum adanya penanganan bangunan rumah yang ambruk. Untuk itu saya minta agar pemberian ganti ruginya serius, namun jangan jadikan alasan itu memperlambat pembangunan box culvert,” kata politisi asal PKS tersebut.

Menurutnya, pembangunan box culvert dijadwalkan selesai 31 Desember 2009. Jika pembangunan box culvert itu terlambat dan penyelesaiannya melebihi tahun anggaran, pembangunannya akan diteruskan pada tahun anggaran 2010. Padahal, sebuah proyek yang dijadwal selesai dalam setahun tak boleh molor ke tahun anggaran berikutnya.

“Saya khawatir kontraktor main akal-akal dengan menggugat pemkot seperti yang terjadi pada pembangunan Surabaya Sport Center (SSC) di Pakal. Pemkot dikalahkan dan proyek miliran rupiah itu bisa berlanjut pada tahun 2010. Sementara denda atas keterlambatan sebuah pembangunan proyek tidak bisa dilaksanakan,” katanya.

Sementara Ibnu Gofur, salah satu menajer PT RJ mengatakan, permintaan dewan agar pihaknya menancapkan plat besi untuk penyangga tanah dengan kedalaman 12 meter tidak masuk akal. Selain tanahnya gembur dan tidak memungkinkan ditancapi plat besi, lokasi penempatan bego juga tidak ada. Bila dipaksakan, bego harus ditempatkan di jalan raya dan pasti membuat Jl. Semolowaru macet total.

Bukan hanya itu, Gofur bahkan menantang dewan untuk memasang plat besi bersama dengan dewan sebagai penanggung jawab keamanan. “Saya mau memasang plat besi yang bapak-bapak dewan inginkan, tapi kalau ada rumah ambruk akibat pemasangan plat besi itu, saya nggak mau tanggung jawab. Saya minta bapak-bapak yang di dewan yang bertanggung jawab,” katanya.

Sekarang ini, lanjutnya, pihaknya akan memasang box culvert satu per satu. Pemasangannya menyesuaikan dengan kondisi tanah di lokasi. Bila, lokasi yang akan dipasangi box culvert itu gembur, maka lokasi tersebut akan ditinggal dan pindah ke lokasi lain. Lokasi dengan tanah gembur akan dipasangi box culvert paling akhir.

Box culver yang akan dipasang panjangnya 620 meter dengan lebar sekitar 4,8 meter. Dia berharap sebelum akhir tahun pembangunannya bisa selesai. Dalam perjanjian dengan pemkot, bila ada keterlambatan pembangunan dengan faktor penyebab yang realistis seperti tanah gembur dan tidak ada unsur kesengajaan, kontraktor tidak dikenai denda.

“Saya ini tidak kabur dan tidak meninggalkan proyek box culvert. Apakah saya mau di-black list dan didenda? Kan tidak,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Pematusan di Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot, Tjahyo Utomo mengatakan proyek itu tetap dikerjakan PT RJ. Ia membenarkan bahwa bila penyebab keterlambatan pembangunan bukan kesalahan kontraktor, tidak ada denda.

“Yang kami lihat di lapangan lambannya pembangunan box culvert tersebut karena tanah di sekitar lokasi tidak memungkinkan untuk dikerjakan dengan cepat sesuai harapan, seperti proyek box culvert Banyu Urip. Jadi, ada kemungkinan akan dimaklumi,” katanya.

Tapi, katanya, PT RJI sanggup menyelesaikan pembangunan box culvert di sana tepat waktu. “Kami percaya kontraktornya,” ungkap Tjahyo.pur

Sumber : Surabayapost 3 November 2009

Comments