Anggaran Peresmian SSC untuk Kampanye ?

12 November 2009 oleh FPKS | 40 klik 

ssc2
SURABAYA – Isu titip dana untuk kampanye melalui pengadaan anggaran pesta peresmian Surabaya Sport Center (SSC) tak berhenti. Banyak pejabat pemkot yang menganggukkan kepalanya saat ditanya kebenaran berita itu.

Para karyawan pemkot, terutama di Dispora, mengiyakan adanya titipan dana kampanye ini. Dugaan itu makin mengerucut karena Taswin, Mantan Kepala Dispora mengatakan, dia hanya mengajukan dana peresmian SSC Rp 2,6 miliar. Menurutnya, anggaran sebesar itu sudah maksimal.

“Itu sudah luar biasa, sudah sangat bagus dan cukup untuk seluruh kebutuhan peresmiannya,” kata Taswin.

“Kalau soal yang Rp 12,1 miliar, saya nggak ikut-ikut. Yang saya tahu, saat saya di Dispora usulan saya hanya Rp 2,6 miliar,” katanya.

Pria yang sekarang menjabat Kepala Inspektorat itu mengatakan baru tahu adanya anggaran yang sangat besar tersebut saat muncul di media massa. Dia sendiri ikut kaget karena nilainya luar biasa besar. “Saya kaget dan nggrundel, kok bisa ya?” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko), Ir Tri Rismaharini MT tidak mau ditanya tentang anggaran yang diduga diboncengi titipan dana kampanye PDIP itu.

Risma, begitu ia biasa dipanggil, mengaku marah tiap kali ingat usulan dana itu. “Aku mangkel kalau ingat usulan dana itu,” katanya, singkat.

Risma sendiri dituduh Saleh Ismail Mukadar tahu tentang dana itu. Saat dikonfirmasi tentang tuduhan bahwa PDIP “titip” dana kampanye dalam usulan anggaran peresmian SSC itu, Saleh yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya menampiknya. Lebih jauh ia bilang, “Kalau begitu tangkap juga Bu Risma dan Satkernya karena bersekongkol.”

Risma menolak menanggapi tuduhan ini. “Sudahlah jangan tanya yang lain-lain, tanya saja dana yang sudah disetujui dewan, yakni Rp 2,6 miliar,” elaknya.

Saleh : Itu tak Masuk Akal

Saleh sendiri menilai tudingan bahwa PDIP menitipkan anggaran untuk kampanye pemilihan walikota (Pilwali) Surabaya melalui dana peresmian SSC adalah isu yang tidak masuk akal. “Isu sudah gak masuk akal kok masih dipercaya,” ungkapnya.

Jika isu itu benar, dia mempersilahkan kepala satuan kerja daerah (SKPD) yang terkait dengan dugaan persengkokolan tersebut ditangkap duluan. Alasannya, mereka mau diajak bersekongkol untuk mencairkan anggaran yang tidak masuk akal itu.

Rencana peresmian Gelora Bung Tomo tahun 2010 mengagetkan kalangan dewan. Pasalnya, peresmian itu dianggarkan lebih dari Rp 12 miliar. Itu sama dengan anggaran 10 badan di pemkot selama setahun.

Anggota Badan Aggaran DPRD Kota Surabaya, Fatkur Rohman, mengatakan anggaran dalam jumlah aduhai itu sengaja dititipkan secara misterius. Sebab, kode rekening kegiatannya masih belum ada. “Ini sesuatu yang aneh tapi nyata, tiba-tiba usulannya muncul belakangan,” katanya.

Ketika pembahasan, lanjut Fatkur, detil Rencana Kerja Anggaran (RKA) juga belum ada. Tapi setelah itu anggaran muncul begitu saja. “Untuk itu dewan menolaknya dan mengepras usulan anggaran Dispora dari Rp 12,1 miliar menjadi Rp 2,6 miliar,” ungkap politisi asal PKS tersebut.

Dana Rp 2,6 miliar ini, kata Risma, akan disebar di seluruh dinas yang terlibat peresmian SSC. Dana terbanyak untuk mendatangkan 15.000 siswa guna memeriahkan acara itu. Dana yang dianggarkan sebesar Rp 15.000/per siswa hingga totalnya Rp 225 juta. Dana itu hanya untuk makan dan minum yang diserahkan ke Dinas Pendidikan. Sementara dana untuk pengadaan bus, topi dan lainnya diserahkan ke Dinas Perhubunguan, Bagian Perlengkapan, dan lainnya.

Kepala Dispora yang baru, Sigit Sugiharso mengatakan, bila dana Rp 2,6 miliar dianggap pantas dan normal, dia akan mengikutinya.“Usulan Rp 12,1 miliar itu kan hanya usulan, tapi bila ternyata yang disetujui hanya Rp 2,6 miliar, berarti itu yang harus saya terima, itu saja,” katanya. pur

sumber : Surabayapost, 6 Nopember 2009, diolah

Comments