Rebutan Sampah Benowo Triliunan Rupiah Pikat Politisi

1 Desember 2009

yantobaru
SURYA- Uang triliunan rupiah yang bisa dihasilkan dari pengelolaan sampah di TPA Benowo ternyata tak hanya menarik minat investor. Para politisi pun tergiur bermain dalam bisnis ini. Dampaknya, proyek prestisius ini tak segera terealisasi, melainkan jadi diskusi berkepanjangan.

Pertarungan elite politik berebut sampah ini tak sekadar wacana. “Aroma itu sangat terasa lelang investasi pengelolaan sampah TPA Benowo. Tetapi, tidak usah disebut siapa saja mereka, karena kami ingin bermain cantik, menjadi penengah persaingan itu,” kata Ahmad Suyanto, anggota Fraksi PKS DPRD Surabaya.

Pertarungan terlihat hingga penyusunan rekomendasi ke panitia lelang investasi pemkot. Ada sejumlah klausul yang terindikasi diarahkan untuk memenangkan salah satu investor dan mempersulit investor lain. Ini menjadi perdebatan sengit dalam rapat pansus.

Besar tipping fee (dana pengelolaan) yang diambil dari APBD juga jadi perdebatan alot. Ada usulan Rp 45.000/ton sampah. Ini merupakan dana segar yang diterima investor sebagai biaya pengelolaan sampah Benowo. “Ini uang rakyat. Harus dihitung cermat agar tidak terlalu membebani APBD,” ujar Suyanto.
Selain mendapat tipping fee, investor juga akan memperoleh hasil dari pemanfaatan sampah berupa gas metan untuk pembangkit listrik sebesar 15-20 megawatt, pupuk organik, bijih plastik, batako, dan dana insentif pengelolaan gas metan dari PBB (United Nations).
Investor pengelola TPA Benowo dengan sistem BOT selama 20 tahun, kata Suyanto, bakal mengeruk pendapatan minimal sekitar Rp 2,8 triliun dari volume sampah sekitar 1.000 – 1.400 ton/hari.

Artinya, dengan investasi sekitar Rp 700 miliar, investor akan BEP (balik modal) pada ke enam. Itu hanya dari hasil penjualan listrik dari gas metan sampah dan tipping fee yang disediakan APBD. Belum termasuk pendapatan produk derivatif seperti bijih plastik, pupuk organik, batako, dan insentive Clean Development Management (CDM) dari PBB.

“Melihat besarnya pendapatan dari pengelolaan sampah di TPA Benowo itu rasanya wajar bila banyak pihak menginginkan menjadi pemenang lelang investasi di situ,” papar Suyanto.

sumber : surya, 1 Desember 2009

Kirim Komentar


Spam Protection by WP-SpamFree