Lelang TPA Benowo Masih Gelap, Belum Ada Rekomendasi Pansus

8 December 2009 oleh FPKS | 82 klik 

yantobaru
SURABAYA-SURYA- Panitia lelang investasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Benowo masih gelap. Panitia lelang hingga Senin (7/12), belum menerima hasil rekomendasi panitia khusus (Pansus) DPRD Kota Surabaya.

Ketua Panitia Pengadaan Penyediaan Infrastruktur LPA Benowo Aditya Wasita mengatakan, dengan belum diterimanya rekomendasi keputusan pansus tersebut dipastikan waktu lelang investasi bertambah panjang.

“Ini risiko dari pelaksanaan lelang investasi, harus mendapat rekomendasi dari pansus,” kata Aditya di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (7/12).

Dijelaskan Aditya, panitia lelang akan melakukan penyesuaian dan penjadwalan ulang tahapan lelang investasi, menyesuaikan klausul penawaran hasil rekomendasi pansus. “Panitia tidak menginginkan ada persoalan baru dikemudian hari terkait lelang investasi.

Terlebih, panitia melihat lelang investasi TPA Benowo mendapat perhatian publik cukup besar karena diduga banyak disusupi oleh kepentingan politik. Makanya kami sangat hati-hati,” tandas Aditya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Ahmad Suyanto mengatakan, munculnya sejumlah ketidaksetujuan keputusan hasil rapat paripurna pansus, merupakan kewajaran.

Menurutnya, sejak awal Fraksi PKS setuju dengan rencana investasi pengelolaan sampah di Benowo. Hanya saja, arah pembahasan pansus tidak menguntungkan pemerintah kota yang otomatis juga akan merugikan warga Surabaya.

“Ketika sampah itu bukan lagi menjadi problem, tetapi sudah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomis, tentunya nilai ekonomis itu harus berdampak positif kepada masyarakat,” kata Suyanto.

Diharapkan adanya skema yang lebih memihak masyarakat, diantaranya kajian perbandingan skema BOT dengan skema yang lain, masih belum mendalam.
“Makanya harus dipilih skema yang win-win solution antara berbagai pihak. Jangan sampai kasus incinerator system di Keputih, terulang lagi di Benowo,” tutur Yanto. aru

sumber : surya, 8 Desember 2009

Comments