PKS: Cawali Surabaya Harus Teken Pakta Aktikorupsi
10 December 2009 oleh FPKS | 89 klik

Surabaya – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya mengharapkan, semua calon wali kota (Cawali) dan calon wakil wali kota (cawawali) Surabaya harus bersedia meneken pakta antikorupsi.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Surabaya, Fatkur Rohman, di Surabaya, Rabu, mengatakan, perayaan hari antikorupsi se-dunia yang digelar Rabu ini di berbagai belahan dunia dinilai sebagai momentum untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih di Surabaya.
Bermunculannya sejumlah bakal cawali, kata dia, harus dicermati “track recordnya” oleh masyarakat, apakah antikorupsi ataukah justru orang-orang yang dekat dengan para koruptor, markus (makelar kasus), atau memberi ruang bagi tumbuh suburnya korupsi.
“Kami sarankan masyarakat meminta para calon wali kota meneken pakta integritas antikorupsi,” kata Fatkur Rohman yang ketua Ketua Fraksi PKS DPRD Surabaya.
Pakta tersebut, lanjut dia, bukan untuk gagah-gagahan, tapi sebagai sebuah komitmen yang jelas dengan konsekuensi yang jelas pula. Surabaya dengan APBD triliunan rupiah tersebut sangat rawan untuk terjadinya tindak pidana korupsi, baik karena penyalahgunaan wewenang yang merugikan keuangan daerah, gratifikasi atau perbuatan melawan hukum lainnya.
Disamping itu, kata dia, Surabaya masih memiliki problem kemiskinan, dan juga tingkat pengangguran terbuka yang masih tinggi. “Kami akan dukung calon wali kota dan wakil wali kota yang mau meneken pakta integritas ini,” katanya.
Selanjutnya, dalam momen hari antikorupsi se-dunia ini, pihaknya mengajak agar warga kota Surabaya bahu membahu menciptakan pemimpin Surabaya yang siap melaksanakan pakta tersebut.
“Biar tidak hanya peringatan seremonial saja di hari ini, tapi kita akan realisasikan dengan momen pilkada ini untuk menjaring cawali dan cawawali menuju pemerintahan yang bersih”, katanya
sumber : antarajatim, 9 Desember 2009



Comments