Insentif Bunda PAUD Surabaya Diduga Akan Dipungli

10 December 2009 oleh FPKS | 230 klik 

Reni Astuti
Surabaya – Pencairan dana insentif para Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Surabaya yang akan diberikan Kamis (10/12) besok diduga akan dipungli (pungutan liar, red).

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Reni Astuti, di Surabaya, Rabu, membenarkan adanya beberapa bunda PAUD melaporkan adanya rencana pemotongan insentif tersebut.

Pencairan dana insentif yang direkap sejak enam bulan terakhir tersebut, bakal dipotong Rp5.000 per orang. Sementara besar insentif setiap bunda dalam satu bulan hanya sebesar Rp25 ribu. Praktis, kata dia, setiap bunda mendapat Rp150.000 dalam waktu enam bulan.

”Jumlah tersebut rencananya akan dipotong Rp5.000 sebagai tanda terima kasih kepada Dinas Pendidikan,” katanya.

Menurut dia, apabila pungli itu tetap dilakukan, maka uang sebanyak Rp15,5 juta milik bunda PAUD se-Surabaya bakal masuk ke Dinas Pendidikan. Jumlah tersebut dihitung dari pungli yang dilakukan terhadap 3.100 bunda di seluruh Surabaya.

Reni mengatakan, beberapa bunda PAUD sudah mengadukan rencana pemotongan dana insentif. Menurutnya, hal itu tidak bisa dibenarkan lantaran insentif tersebut sudah menjadi hak para bunda.

”Apapun alasannya, hal itu tidak bisa dibenarkan. Makanya saya meminta Dinas Pendidikan membatalkan rencana pemotongan itu,” katanya.

Sayangnya, kata dia, perlakuan semacam itu tidak disikapi kritis oleh para bunda. Sebab, hampir sebagian besar bunda justru lebih memilih menerima apabila hak-haknya dipotong termasuk dipungli.

”Saya sudah telpon Pak Edi Santoso yang mengurusi dana insentif untuk mengonfirmasi hal ini. Saya meminta rencana tersebut tidak dilakukan, kasihan para bunda itu,” katanya.

sumber : antara, 9 Desember 2009

Comments