Komisi DPRD Surabaya juga Kunker Massal
11 December 2009 oleh FPKS | 200 klik

SURABAYA – Mendekati akhir tahun anggaran ini, seluruh komisi di DPRD Surabaya yakni Komisi A, Komisi B, Komisi C dan Komisi D melakukan kunjungan kerja (kunker) dalam jangka waktu bersamaan. Komisi A ke Batam, Komisi B ke Bali, Komisi C ke Yogyakarta dan Komisi D ke Makassar.
Kunjungan kerja tersebut diikuti seluruh anggota, hanya dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tidak ikut serta karena terkait dengan agenda partai yang waktunya bersamaan. Hal ini diungkapkan Tri Setijoko, anggota Komisi B dari PKS kemarin.
Menurut Tri dirinya memang tidak ikut karena ada kegiatan partai yang waktunya bersamaan dengan kunker Komisi B ke Bali. ‘’Komisi B ke Bali untuk belajar soal pengelolaan mangrove. Karena waktunya bersamaan dengan agenda partai, saya memilih tidak ikut kunker,’’ ujarnya.
Hal senada disampaikan Reni Astuti, anggota Komisi C yang juga tidak ikut kunker ke Yogyakarta. Hanya saja dirinya tidak tahu persis, tujuan Komisi C ke Yogyakarta.
’’Biasanya Komisi C berkaitan erat dengan infrastruktur. Mungkin ini yang dipelajari Komisi C ke Yogyakarta. Saya sendiri memang memilih tidak ikut, hanya menjaga gawang di Komisi C saja,’’ ungkapnya.
Sedang, Afan Khusaeri anggota Komisi A dari PKS juga menyampaikan bahwa seluruh anggota Komisi A melakukan kunker ke Batam dan akan kembali hari ini. Dia sendiri menyatakan tidak ikut karena untuk kunker sebelumnya sudah ikut yakni ke KPU pusat.
Menyikapi kunker yang dilakukan 4 komisi ini, Wakil Ketua DPRD Surabaya Wisnu Sakti Buana mengatakan tidak ada masalah karena semuanya sudah sepengetahuan dirinya dan kunker memang menjadi bagian kerja anggota dewan.
’’Satu bulan sekali memang dijadwalkan kunker. Hanya saja untuk waktunya sudah diatur sehingga DPRD tidak kosong. Jadwal kunker ada yang Senin sampai Kamis, Senin sampai Jumat, sehingga pasti harus ada 1 komisi yang sudah stand by di dewan,’’ paparnya.
Sedangkan anggota yang tidak ikut dalam kunker, juga tidak ada masalah. Itu artinya, dana yang sudah dialokasikan untuk mereka berarti tidak terserap. Wisnu membantah kalau kunker komisi hanya untuk menghabiskan sisa anggaran menjelang tutup tahun.
’’Setiap kunker sudah jelas tujuannya dan tingkat efektevitasnya. Termasuk zona yang dikunjungi. Apalagi tujuan mereka terkait dengan menuntaskan 8 Pansus yang harus diselesaikan hingga akhir Desember ini,’’ katanya.
Di sisi lain, wisnu menjelaskan anggaran kunjungan kerja (kunker) DPRD Surabaya tahun ini tinggal 1/3 saja dari total anggaran yang ditetapkan. Anggaran kunker DPRD Surabaya selama 2009 sebesar Rp 11 miliar.
Wisnu mengatakan, 1/3 sisa anggaran itu akan dikembalikan ke kas negara karena memang tidak terserap. Berdasarkan evaluasi yang diperoleh untuk kunjungan kerja per komisi, rata-rata tidak terserap 1 hingga 2 kali sedangkan untuk konsultasi per komisi tidak terserap antara 3 hingga 4 kali.
Tidak terserapnya anggaran tersebut, ungkap Wisnu, karena anggota dewan periode 2009-2014 adalah masa peralihan dari dewan periode sebelumnya. “Apalagi disibukkan dengan pembahasan APBD Surabaya 2010 sehingga otomatis kunjungan kerja baru bisa dilaksanakan selama Desember ini,”ujarnya.
Ia menjelaskan untuk anggaran kunker di 2010 memang naik hingga Rp 23 milyar meski anggara kunker tahun 2009 tidak terserap 100%. Kenaikan anggaran tersebut berdasarkan pertambahan jumlah anggota dewan sebanyak 5 orang dan ini berarti ada 60 gaji dalam setahunnya. Belum lagi untuk 1 kali kunjungan serta adanya penambahan badan legislasi (kehormatan). DPRD Surabaya juga akan menjadwalkan kunker keluar negeri sesuai dengan jadwal Pemkot Surabaya.
Pertimbangan kunker keluar negeri, kata dia, karena dewan sebagai lembaga pengawas perlu melihat langsung kebutuhan Pemkot Surabaya melakukan kunker keluar negeri.
sumber : surabayapagi, 11 Desember 2009

Comments