Dewan Warning Pemkot
15 December 2009 oleh FPKS | 127 klik

SURABAYA – DPRD Surabaya me-warning Pemkot terkait masih banyaknya program pembangunan pada tahun anggaran 2009 yang belum terselesaikan sesuai perencanaan. Ini mengingat tahun anggaran 2009 yang tinggal 20 hari lagi.
Program pembangunan proyek fisik yang dikerjakan pada 2009 dan terancam belum terselesaikan di antaranya pembangunan box culvert Semolowaru, box culvert Banyu Urip, pembangunan lapangan Thor di belakang Gelora Pantjasila, Rumah Sakit Surabaya Barat, frontage road Jl. A Yani, pedestrian di Jl Raya Darmo, dan proyek di sekolah-sekolah.
Sedangkan proyek besar yang tidak selesai pada akhir 2009, tapi pembangunannya diteruskan pada tahun anggaran 2010 adalah Surabaya Sport Centre (SSC) di Benowo. Dalam perkara ini, pihak Adi Karya selaku kontraktornya menggugat pemkot di PTUN dan pemkot kalah. “Pembangunan fisik milik pemkot harus berakhir pada akhir tahun 2009. Penyelesaian akhir atau finishing proyeknya harus selesai tanpa masalah. Jangan sampai, waktu penyelesaiannya terlambat, sehingga negara dan warga dirugikan,” kata anggota Komisi C DPRD Surabaya, Reni Astuti, Kamis (10/12).
Menurutnya, belajar dari kasus pembangunan Surabaya Sport Centre (SSC) di Benowo yang memunculkan masalah atas keterlambatan proyeknya dan pemkot kalah di pengadilan tata usaha negara (PTUN), maka semua pembangunan proyek fisik Surabaya harus tidak menyisakan masalah baru.
Reni mencontohkan, proyek box culvert yang ada di Jl Semolowaru sesuai dokumen adendum II pembangunan, masuk tipe C. Batas akhir penyelesaiannya pada 23 Desember 2009. “Pada 9 Desember nanti box culvert di sana plus proyek pengaspalan jalannya harus tuntas. Karenanya kami minta pembangunan box culvert berakhir tanpa masalah,” kata politisi asal Partai Keadilan Sejehtara (PKS).
Apalagi, lanjutnya, saat ini sudah memasuki musim hujan. Jika hujan tiba dan memunculkan genangan air, maka proyek itu akan jadi ancaman tersendiri bagi pengguna jalan di Semolowaru.
Dokumen proyek juga menyatakan, pekerjaan jalan, pekerjaan trotoar, dan pengadaan pohon juga menjadi satu paket dengan pemasangan box culvert di sana. “Jadi mestinya semua harus tuntas dengan baik. Warga sudah setengah tahun lebih mengalami dampak pembangunan ini, jangan sampai setelah proyek selesai, masih ada yang belum kelar” kata bendahara FPKS ini.
Mendasarkan keterangan warga, Reni mempertanyakan pemasangan beberapa u-gatter di sisi box culvert sebelah utara yang terkendala karena masih adanya informasi yang simpang siur terkait status tahahnya. Ada yang mengatakan tanah itu milik warga dan ada pula yang mengatakan tanah itu milik dinas pengairan.
“Kalau benar itu masuk tanah warga, mestinya juga ada pembicaraan dengan mereka terkait ganti ruginya. Termasuk kerugian warga karena bangunan fisik rumah mereka rusak berat. Saya dan tim masih mengecek kebenaran itu. Yang jelas, sudah ada warga yang melapor dan perlu mendapat penjelasan langsung dinas atau kontraktor,” ujar Reni.
Menurut aduan warga ke Fraksi PKS, ketika sosialisasi awal pembangunan box culvert, disebutkan pemasangan u-gatter di samping utara box culvert tidak akan memakan tanah warga. Untuk itu dewan akan klarifikasi pemkot dan kontraktor.
Terpisah, ketua Komisi C DPRD Surabaya, Sachirul Alim, mengatakan, tampaknya akan banyak proyek fisik yang bakal tidak selesai pada akhir 2009. Mengingat, masih banyak pembangunan proyek fisik masih baru selesai sekitar 80%. Padahal berdasarkan addendum dengan pemkot, semua proyek fisik harus selesai akhir 2009 tanpa kecuali.
“Bila ada pembangunan fisik yang tidak terselesaikan sampai akhir 2009, pihak kontraktornya harus didenda. Jika ada penolakan denda, dewan akan mengusulkan agar pemkot mem-blacklist,” ujarnya.pur
Proyek yang terancam tak selesai pada 2009
Nama Lokasi Persentase pembangunan
1. Box culvert Semolowaru 80%
2. Box culvert Banyu Urip 90%
3. Lapangan Thor Gelora Pantjasila 40%
4. Rumah Sakit Surabaya Barat 94%
5. Frontage road Jl. A Yani 40%
6. Pedestrian Jl. Raya Darmo 85%
7. Rehab sekolah. Puluhan sekolah 6%
Sumber : Surabayapost, 10 Desember 2009



Comments