Dewan Prihatin Pemkot Kubu-kubuan
15 December 2009 oleh FPKS | 118 klik

Menjelang pilwali 2010, DPRD Surabaya prihatin atas sinyalemen terbelahnya aparatur pemerintah kota dalam dukung-mendukung kandidat. Wakil Ketua Komisi A, Alfan Khusaeri menyayangkan terjadinya kubu-kubuan di kalangan pemkot. ” Kalau bisa itu tidak terjadi. Hentikan blok-blokan atau dukung calon ini calon itu. Sebaiknya netral saja” ujarnya
Dewan juga menyesalkan dukung-mendukung kandidat oleh PNS karena bisa menyebabkan jalannya tugas pemerintahan terganggu. ” Apalagi kalau menyangkut pelayanan masyarakat jadi terbengkalai gara-gara kubu-kubuan, kan yang dirugikan rakyat juga”, kata Alfan yang juga Sekretaris Fraksi PKS itu.
Kalaupun itu sudah terjadi, mestinya PNS yang mau mencalonkan atau berada di tim sukses kandidat tertentu harus terang-terangan dan berjiwa besar untuk mundur. ”Mestinya jantan saja, kalau mau nyalon atau tim sukses bahkan kampanye, ya harus mundur dari PNS, jangan malu-malu” pinta legislator PKS ini.
Kampanye Terselubung
Tidak hanya kubu-kubuan yang disorot oleh kalangan dewan, menggunakan program dan kegiatan pemerintah kota untuk kampanye terselubung juga perlu diwaspadai. Alfan mengigatkan, agar institusi pemerintahaan baik dinas, kecamatan atau yang lainnya tidak boleh digunakan untuk kampanye terselubung kandidat.
” Kalau ada indikasi penyelewengan, mestinya inspektorat harus tegas dalam sanksi akan hal itu” cetus Wakil Ketua Komisi A yang membidangi Hukum dan Pemerintahan ini. Oleh karena itu, dewan siap menerima adukan masyarakat apabila menemukan kegiatan atau program pemerintah kota yang digunakan untuk kampanye cawali atau cawawali.



Comments