Sudah Kebanjiran, Malah Disalahkan
29 December 2009 oleh FPKS | 192 klik

Meski dari sisi teknis pembangunan box cluivert Semolowaru hampir tuntas, namun ternyata masih ada masalah yang mengganjal. Yakni, Saat hujan datang, genangan air banjir menggenangi jalan sekitar, bahkan sampai ke rumah warga.
Warga Semolowaru yang mengalami penderitaan ini justru disalahkan oleh pemkot karena beberapa rumah tidak mau dipasang saluran atau u-gatter. Namun, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Reni Asuti, mengatakan, tudingan pemkot itu kurang beralasan. Justru pemasangan u-gatter masih menyimpan masalah, karena realisasi pemasangan tidak sesuai dengan sosialisasi yang disampaikan ke warga di awal-awal pembangunan.
Kondisi ini disesalkan Reni Astuti seusai inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan box culvert di jalan Semolowaru, Senin (28/12) siang. ‘’Sebelum sidak, saya hanya dengar dari sinyelemen saja, kalau ada yang belum beres, sekarang ketika sidak, sinyelemen itu terbukti, beberapa warga mengadu kalau masih ada masalah,’’ ujar legislator asal PKS itu.
Masalah pertama, lanjut Reni, warga menilai u-gatter yang akan dipasang masih berada di tanah warga, khususnya bagian depan rumah mereka. Karena itu sebagian warga menolak. ‘’Mereka jangan disalahkan sebagai penyebab banjir, justru dewan akan mengklirkan ini, karena bagaimanapun itu hak mereka jika masuk tanah warga,’’ ujar Reni.
Ketidakmauan warga untuk dipasangai u-gatter dikarenakan ketika sosialisasi di awal pembangunan bulan Mei lalu, disampaikan bahwa pemasangan box cluivert dan u-gatter tidak akan memakan satu jengkal tanah warga.
‘’Kenyataannya ketika sudah mau berakhir, u-gatter dipasang di depan rumah warga yang masih tanah mereka, beberapa warga yang menolak mengatakan kalau sekarang mereka malah disalahkan karena menghambat pembangunan. Mestinya warga jangan ditakut-takuti seperti itu,’’ ungkap Reni yang juga bendahara FPKS itu.
Masalah lainnya terkait dengan finishing jalan, pemasangan pohon pengganti dan trotoar masih belum terealisasi. Padahal ini mau tutup tahun. Karena itu, Komisi C mengingatkan kontraktor dan pemkot agar jangan sampai ini molor.
sumber : Surabaya Pag, 29 Desember 2009

Comments