Disoal, Lelang Sistem BOT

29 December 2009 oleh FPKS | 146 klik 

Reni Astuti
SURABAYA – Proses lelang Pasar Turi masih menggelinding di DPRD Surabaya. Usai Komisi A menggelar hearing (dengar pendapat) yang menampung unek-unek dari PT Central Investindo yang mengajukan sanggahan atas keputusan pemenang lelang, kemarin giliran Komisi C juga melakukan hearing. Tetapi hearing tersebut memicu kekecewaan para wakil rakyat. Sebab, banyak pejabat pemkot yang tak hadir hingga menyebabkan hearing ditunda. Rencananya, hearing akan agendakan kembali hari ini (Selasa, 29/12).

“Kami sangat kecewa jika banyak pejabat yang tidak hadir seperti ini,” kata Ketua Komisi C Sachiroel Alim Anwar kepada wartawan. Ia mengatakan sampai dengan kemarin (28/12), berarti Komisi C telah melayangkan undangan dua kali, tetapi banyak pejabat tetap tidak mendatangi undangan. Sachiroel Alim menegaskan agenda yang hendak dibicarakan sangat penting.

Agenda tersebut yaitu sistem Built Operate Transfer (BOT) atas rencana lelang Pasar Turi dan proses pelelangan itu sendiri. Menurut Sachiroel Alim, pemkot harus bisa memberikan penjelasan proses lelang dan sistem BOT. Pernyataan ini disampaikan karena Komisi C lebih sreg jika Pasar Turi dibangun dengan biaya APBD.

Di sisi lain Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) mendukung dipertanyakannya BOT. Reni Astuti, bendahara FPKS menyatakan pihaknya menolak BOT. Hal tersebut karena merugikan masyarakat. Bentuk kerugian itu adalah jika di-BOT-kan, pemkot akan kehilangan potensi Pendapatan Asli daerah (PAD). “Apalagi menurut kami, BOT tersebut tanpa disertai penyampaian data yang lengkap kepada dewan,” kata Reni.

Ia menegaskan harus ada penjelasan lebih dahulu dan penjelasan tersebut harus logis. Misalnya jika memakai BOT, berapa PAD yang akan diterima pemkot. Reni menambahkan dengan BOT pemkot memang tidak akan mengeluarkan biaya pembangunan.

Sementara itu, ketidaksetujuan pedagang Pasar Turi yang ada di bawah naungan Tim Pemulihan Pascakebakaran (TPPK) Pasar Turi jika PT Gala Bumi Perkasa (GBP) menang dalam lelang investasi tersebut, mulai terkuak. Pertama pedagang merasa perusahaan itu dianggap tak beres, karena tak pernah ada komunikasi dengan pedagang, harga yang ditawarkan jauh lebih tinggi dari dua investor lain.

Kini data lain membuktikan jika perusahaan itu sebelum ada pengumuman pemenang tahap I, telah mengirim surat intervensi ke panitia lelang.

sumber : radar surabaya, 29 Desember 2009

Comments

One Response to “Disoal, Lelang Sistem BOT”

  1. Saleh Alhasni on February 1st, 2010 4:45 pm

    Lebih Baik BOT dilakukan PELANGAN agar Transparan….., ok