Penempatan Sentra Ikan Hias Dapat Reaksi Keras Anggota Dewan

31 December 2009 oleh FPKS | 99 klik 

Tribaru
Surabaya (beritajatim.com) – Kengototan Pemerinah Kota Surabaya untuk meresmikan penggunaan Sentra Ikan Hias Gunungsari menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, dalam pembangunannya dinilai memiliki banyak kekurangan infrastruktur pendukung.

Salah satunya adalah penggunaan material yang memakai barang lama dan telah keropos, pembangunan tembok pembatas yang gampang ambrol serta tidak adanya saluran sanitasi serta pembuangan limbah. Tak ayal, hal ini mengundang reaksi keras dari anggota dewan.

Seperti yang dituturkan Wakil Ketua Komisi B, Tri Setijo Puruwito bahwa jika dilihat secara logika, proyek ambisius sentra ikan hias tersebut belum layak untuk difungsikan, karena banyak kekurangan yang bisa menimbulkan jatuhnya korban, seperti penggunaan bahan-bahan dasar yang tidak layak.

Sebelumnya, DPRD Surabaya telah merekomendasikan kepada pemkot agar menunda pengoperasian bangunan sentra ikan hias dengan alasan pembangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diajukan. Namun, rekomendasi DPRD tersebut tidak diindahkan, sentra ikan hias tetap dioperasikan sesuai jadwal semula.

“Banyak sekali kekurangannya. Kita sudah rekomendasikan untuk ditunda dulu, tapi kalau pemkot ngotot, ya silahkan saja, tanggung sendiri jika ada kejadian di kemudian hari,” ujar Tri Setijo saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Rabu (30/12/2009).

Seperti diberitakan sebelumnya, rencananya Kamis (31/12/2009) besok, Walikota Surabaya akan meresmikan sentra ikan hias yang berlokasi di Jalan Gunung Sari Surabaya. Sentra ikan hias tersebut akan diisi oleh 70 pedagang ikan hias pindahan dari Jalan Patua, serta jalan Gunung Sari Surabaya. [rif/kun]

sumber : Beritajatim.com, 30 Desember 2009

Comments