Koalisi Poros Tengah Terganjal PKS

13 January 2010 oleh FPKS | 86 klik 

yantobaru
Surabaya (beritajatim.com) – Langkah rencana koalisi tiga partai (PKB, Gerindra, PKS) yang tergabung dalam poros tengah, nampaknya menemui ganjalan. PKS yang sejak semula mengeluarkan sinyal berkoalisi, kini memilih untuk menunggu sikap DPD dalam menentukan sikap.

Saat dikonfirmasi, Ketua Bapilu DPC PKS Surabaya, Ahmad Suyanto mengakui parpolnya belum ada sikap berkait dengan ‘ajakan’ dua parpol lain untuk mengusung calon sendiri dalam Pilwali Surabaya 2010.

Menurut Wakil Ketua DPRD Surabaya ini, PKS masih berpatokan pada koalisi besar di tingkat pusat yakni DPP Demokrat dan DPP PKS. Harapannya, kata dia, dengan koalisi tersebut calon yang diusung DPD PKS Surabaya bisa duduk di posisi L2.

”Kita masih menunggu koalisi besar yang ada di pusat, itu yang jadi acaun kami,” ujarnya, Rabu (13/01/2010).

Ahmad Suyanto mengatakan, apabila koalisi besar yang diinginkan PKS justru tidak banyak memberikan manfaat,� kemungkinan besar PKS akan bergabung dengan koalisi poros tengah.

Jika ternyata PKS masuk dalam poros tengah, Suyanto mengatakan, PKS membidik kursi L1. Dalam hal ini, PKS melihat dari perolehan kursi di parlemen, dimana PKS mendapat kursi lebih banyak ketimbang dua parpol lainnya.

“Kalau di poros tengah, kita bidik L1, wajar kan, kursi kita lebih banyak,” imbuh Suyanto.

Ketidak pastian sikap PKS, serta pernyataan ‘jual mahal’ membidik L1 tersebut, dikritisi oleh dua parpol poros tengah lainya. Mereka menilai, bahwa PKS terlalu terburu-buru dalam menentukan posisi L1 atau L2. Pasalnya koalisi tersebut belum terwujud, dan harus melewati beberapa tahapan lagi untuk menentukan kandidat yang diusung.

Seperti yang diungkap Ketua DPC Musyafak Rouf. Dia menilai, koalisi seharusnya diwujudkan dahulu, baru kemudian membahas masalah kandidat bakal calon yang diusung.(rif/eda)

Comments