YULYANI Deklarasikan Diri Bacawali PKS

23 January 2010 oleh FPKS | 188 klik 

Foto Yulyani 2222
suarasurabaya.net| YULYANI mantan anggota DPRD Surabaya dan juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya mendeklarasikan dirinya menjadi bakal calon walikota (Bacawali) Surabaya dalam pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2010, Jumat (22/01).

AHMAD SUYANTO Ketua Tim Sukses YULYANI dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (22/01), mengatakan, untuk merayu calon bukan hal yang mudah. “Bahkan kami melakukan pendekatan secara struktural, keluarga dan koleganya,” katanya.

Pencalonan YULYANI, kata YANTO, sifatnya alamiah. Artinya dia sama sekali tidak pernah mempunyai niatan untuk maju dalam Pilwali Surabaya. Karena desakan dari partai dan juga mayoritas kader PKS yang sebagaian warga Surabaya, YULYANI dengan jiwa besar menerima keputusan partai untuk maju dalam Pilwali, 2 Juni 2010.

Dalam pencalonan kali ini, kata dia, pihaknya menggandeng Voter (Vote to Election) untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas YULYANI sambil menunggu rekomendasi dari DPP PKS. Kata YANTO, pihaknya sudah bergerak ke kampung-kampung untuk mendongkrak elektabilitas Bacawali.

Strategi yang akan digunakan Voter yakni menggunakan plesetan istilah marketing “blue strategy” atau “blusukan” yang diartikan calon wali kota yang bisa masuk ke semua komunitas di Surabaya.

Sementara itu, YULYANI mengaku jabatan walikota dan wakil walikota tersebut sangat berat bebannya di hadapan Tuhan. Jabatan tersebut tidak main-main, sekali berbuat salah, maka si pemegang jabatan tersebut harus mempertanggungjawabkan kesalahannya baik di hadapan warga Surabaya, maupun dihadapan Tuhan kelak.

“Ini bisa menjadi surga, atau bahkan menjadi neraka bagi saya. Pertanggungjawabannya itu yang berat,”ujar YULYANI.

YULYANI mengatakan dirinya akan mengemban amanah dengan sangat hati-hati, jika dirinya benar-benar terpilih menjadi walikota atau wakil Walikota Surabaya, maka ia akan memegang teguh amanah tersebut. (tin)

sumber : suarasurabaya, 22 Januari 2010

Comments