Yulyani Siap Jadi Kuda Hitam

23 January 2010 oleh FPKS | 125 klik 

yulyani3
SURABAYA (SI) – Bursa persaingan dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2010 bertambah ramai. Yulyani kemarin menyatakan pencalonan dirinya.

Berbekal rekomendasi PKS,partai tempatnya bernaung, Yulyani mengaku siap menjadi kuda hitam. ”Saya terpaksa menerima perintah partai. Ini adalah amanah,” katanya dalam peluncuran pencalonannya yang di Rumah Makan Kemiri, Jalan Kemiri Surabaya kemarin. Awalnya, Yulyani mengaku sangat berat menerima pinangan rekan-rekannya.Namun dukungan dari banyak pihak justru mengalir semakin deras.

Pikiran untuk menolak pun berubah menjadi menerima. Karena itu, saat ini Yulyani siap mengorbankan apa saja yang dimiliki demi suksesnya pencalonan tersebut. Kendati beban tanggung jawabnya semakin besar bila kelak dia terpilih,Yulyani menyatakan siap mengemban amanah. Yulyani menyatakan menghormati apa pun keputusan partai untuknya, bahkan bila harus ditempatkan pada orang nomor dua alias wakil wali kota.”

Kalau ini menjadikan jalan saya untuk masuk surga, maka saya siap melaksanakan amanah ini.Tidak dipilih-pun,saya juga senang,” kata pengusaha garmen ini sambil meneteskan air mata. Tim sukses Yulyani mengaku sangat optimistis bisa mempromosikan mantan anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya itu kepada masyarakat luas.

Mereka yakin mampu bersaing dengan sejumlah nama yang terlebih dulu muncul. ”Kami sudah mempersiapkan beberapa rencana untuk menaikan nama Bu Yulyani,”kata Ketua Tim Sukses Yulyani,Akhmad Suyanto kemarin. Suyanto mengakui, tidak mudah merayu Yulyani ikut bersaing dalam pilwali. Menurut dia, pendekatan yang dilakukan melalui banyak jalur, di antaranya lewat struktur partai, teman dekat, dan keluarga dekat.

Akhirnya, Yulyani bersedia dipinang untuk maju dalam pilwali. Dia juga mengatakan, PKS yang terlihat diam sudah mempersiapkan cara untuk menghadapi pilwali. Mesin-mesin politik yang dimiliki PKS telah digerakan. Bila sudah memperoleh rekomendasi tertulis, elektabilitas dan popularitas Yulyani bisa dinaikkan dengan mudah.

”Kami akan memulai dengan sosialisasi panggilan akrab Bu Yulyani menjadiMbak Yul,”ujar dia. Dengan panggilan itu, lanjut Yanto, tim sukses berharap akan memudahkan nama Yulyani dikenal masyarakat.Apalagi,kata Wakil Ketua DPRD Surabaya ini, partai sudah meminta supaya Yulyani siap dicalonkan dalam pilwali kali ini.

Namun, untuk mendapatkan rekomendasi DPP Partai PKS, Yulyani harus bersaing dengan mantan Direktur YDSF, Hami Wahyudianto. ”Kami optimistis rekomendasi DPP ke Bu Yulyani,”ungkapnya. Marketing tim sukses Yulyani, Didik menyatakan,majunya Yulyani dalam pilwali sudah disiapkan matang. Dari analisa yang dilakukan, untuk menaikan pamor Yulyani ada tiga hal yang harus dikerjakan yakni menjadikan yang terdepan, terbaik, dan berbeda.

Untuk terdepan, Yulyani harus segera mengungguli calon-calon lain yang telah start lebih dulu. Sementara untuk terbaik,Yulyani bisa masuk kategori tersebut, karena pernah menjadi anggota DPRD Surabaya.Sementara untuk berbeda,Yulyani jelas berbeda karena calon perempuan.”Saya yakin semua akan teratasi,”katanya.

Munculnya nama Yulyani dalam persaingan perebutan kursi dalam pilwali membuat calon-calon lain memperhitungkan namanya. Sebab, nama Yulyani sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Surabaya. Sepak terjang Yulyani untuk membongkar sejumlah penyimpangan di tubuh legislatif maupun pemkot juga masih terngiang di telinga masyarakat.

”Kami memperhitungkan nama Bu Yulyani,” kata Fandi Utomo, cawali dari Partai Demokrat (PD) ini. Fandi menegaskan, banyaknya kandidat yang muncul akan semakin membuat warna di masyarakat. Untuk Yulyani, Politisi PD ini menuturkan, dia akan menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat Surabaya. Cawawali PDIP Whisnu Sakti Buana menyatakan, tak terpengaruh munculnya Yulyani.PDIP masih menunggu rekomendasi dari DPP. (arief ardliyanto)

sumber : Seputar-Indonesia, 23 Januari 2010

Comments