PD-PDIP Bersaing Rayu Mbak Yul

25 January 2010 oleh FPKS | 167 klik 

Foto Yulyani 111
SURABAYA – Kemunculan Yulyani (Mbak Yul) sebagai satu-satunya kandidat perempuan dalam Pilwali Surabaya 2010 menarik perhatian para kandidat. Sejumlah calon kuat yang kesusahan mencari pendamping pun mulai melirik Yulyani dengan tujuan dapat merebut simpati pemilih wanita.

Arif Afandi misalnya. Ia berharap jika Yulyani tidak maju sebagai calon walikota. Sebab, hal itu memunculkan saingan baru (competitor). Namun, jika hanya wakil walikota maka Arif mendukung.

“Kalau majunya sebagai calon wakil wali kota, tentu kami sangat senang dengan adanya calon wakil wali kota perempuan di Surabaya ini,” ujar Arif Affandi dengan bahasa penuh rayuan, kemarin.
Di mata Arif Afandi, sosok Yulyani adalah perempuan yang tegar. Dia juga sudah dikenal karena pernah menjadi anggota DPRD Surabaya. Dikenal sebagai vokalis selama menjadi anggota DPRD, masyarakat Surabaya pasti sudah mengenalnya.

“Misalnya bu Yulyani maju sebagai calon wakil wali kota. Tidak menutup kemungkinan bisa mendampingi saya kalau memang ada kecocokan,” ujarnya. Khusus soal pendamping ini, pihaknya segera melakukan konsolidasi sendiri. “Kami memang masih perlu pertimbangan yang matang sebelum menjatuhkan pilihan calon pendamping,” kata Arif.

Untuk urusan pendamping ini sendiri, ketua AA Sindikasi M Taufik menjelaskan bahwa seluruh cawali yang sudah pernah berkomunikasi dengan Arif Afandi sudah dilakukan semacam fit and propertest. “Jadi tiap cawawali yang sudah berkomunikasi punya tim sendiri-sendiri di intern kami. Nantinya, masing-masing tim ini memberikan masukan-masukan dari evaluasi terhadap masing-masing cawawali,’’ katanya.

Sementara itu Saleh Ismail Mukadar mengatakan, tidak mempermasalahkan jika Yulyani maju sebagai cawali. Sebab bagi Saleh, seorang ibu atau perempuan selama ini dikenal cukup amanah dalam mengemban kepercayaan rakyat. “Nggak masalah (Yulyani) maju cawali, sebagai perempuan dia tentu amanah,” ujar Saleh.

Namun, jika Yulyani menjadi calon wakil walikota. Itu lebih bagus lagi. Sebab dirinya siap menggandeng apalagi jika visi misinya cocok. Saleh sendiri menyatakan kalau secara pribadi dirinya belumpernah melakukan komunikasi. Namun kalau komunikasi antar partai, sudah dilakukan. “Selama ini kami sudah melakukan komunikasi politik dengan PKS,” aku Saleh. (do)

sumber : surabayapagi, 25 Januari 2010

Comments