Tingkatkan Popularitas, PKS Launching Cawali Yulyani

Belum keluarnya rekomendasi DPD PKS Surabaya terhadap calonnya yang akan diusung dalam Cawali Surabaya ternyata dimanfaatkan oleh tim sukses Yulyani, Achmad Suyanto untuk meningkatkan elektabilitas sekaligus popularitas terhadap Yulyani yang juga mantan anggota DPRD Surabaya.
“Memang saat ini partai kami belum mengeluarkan rekom siapa yang nantinya maju mewakili PKS dalam Pilwali mendatang. Tapi paling tidak dengan launching ini dapat mendongkrak elektabilitas dan popularitas bu Yulyani dalam memperoleh rekom dari DPP PKS,”tegas pria yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya ini optimis.
Dijelaskannya, tak mudah bagi dirinya untuk mengajak Yulyani memperkenalkan dirinya di masyarakat. Semuanya tak lepas dari sikap Yulyani yang saat itu menolak dicalonkan. Tak heran Yanto, panggilan akrab Achmad Suyanto harus sabar dan terus memberikan masukan agar Yulyani mau dicalonkan.
”Jujur saja, tidak gampang bagi saya untuk dapat mendatangkan bu Yulyani seperti ini. Pertama-tama yang saya lakukan adalah mendekati keluarga, partai dan akhirnya disepakati jika bu Yulyani siap maju sebagai Cawali Surabaya meski dengan berat hati,”lanjutnya mengisahkan.
Sementara itu, dengan menahan isak tangis Yulyani menegaskan jika majunya dia murni bukan keinginannya. Mengingat membawa sebuah jabatan sangatlah berat. Apalagi jika nanti dari salah satu masyarakat yang dipimpinnya masih merasakan beban hidup yang berat, tentunya hal ini yang akan nggandholi dirinya masuk surga.
“Ibaratnya surga ada di depan mata saya, namun ketika saya tidak dapat melaksanakan amanah tersebut dengan baik karena masih ada rakyat saya yang menderita, maka dia nanti dapat menarik saya untuk masuk neraka,”ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Apalagi dalam hadist nabi sudah diriwayatkan jika jabatan adalah amanah dan bukan diperebutkan. Artinya barang siapa yang tidak dapat melaksanakan amanah tersebut dengan baik, maka nerakalah tempatnya. Begitupula sebuah jabatan akan langgeng jika yang bersangkutan mendapat dukungan dari rakyat.
“Jangan sekali-kali kita mendapatkan sebuah jabatan karena ambisi. Tapi sebaliknya harus dari dukungan rakyat. Insya Allah kalau itu yang terjadi, maka kita dapat melaksanakan jabatan itu dengan baik,”tegas perempuan berdarah Palembang ini yang menjadikan moto Blue Sky yang artinya ‘blusukan’. [cty]
sumber : harian bhirawa, 25 Januari 2010
Kirim Komentar