Pedagang Tradisional Kian Terancam, Sistem Manajemen Perpasaran Minta Dibenahi
26 January 2010 oleh FPKS | 33 klik

suarasurabaya.net| Komisi C DPRD Surabaya minta sistem manajemen perpasaran dibenahi. Pasalnya, Peraturan Presiden (Perpres) tentang perpasaran sudah ada, namun pelaksanaan di lapangan belum maksimal. Permintaan ini disampaikan RENI ASTUTI anggota Komisi C dalam dengar pendapat dengan PD Pasar Surya, perwakilan Makro dan Carefour, Senin (25/01).
Menurut RENI, akibat pelaksanaan di lapangan belum maksimal ini berimbas pada kesemrawutan manajemen perpasaran. Ia mencontohkan dalam Perpres Nomor 112/2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern, jelas sudah ada pembagian zona. Namun kenyataan di lapangan, antara ritel modern dengan tradisional terus berhimpitan.
Begitu pula dengan konsep jual beli antara pasar tradisional dengan modern juga berhimpitan. “Kalai pasar tradisional jelas ada tawar menawar. Namun kenyataannya, di pusat perbelanjaan masih berlaku hukum tawar menawar. Akibatnya, ini bisa merusak sistem yang ada dan semakin merugikan pedagang tradisional,”tukas RENI.
RENI juga meminta pada perwakilan ritel modern, untuk menyerap tenaga kerja yang berasal dari daerah sekitar. Sebab kalau ini dilaksanakan, ritel modern benar-benar berkontribusi mengentas pengangguran yang ada di lokasi di mana ritelnya beroperasi.
Selain membahas tentang pembenahan sistem manajemen perpasaran, RENI juga minta pada PD Pasar Surya untuk melakukan pembenahan fisik pasar tradisional yang selama ini berada dalam binaannya. Dengan pembenahan fisik pasar, diharapkan mampu mempertahankan masyarakat untuk berbelanja.
Seperti halnya, Pasar Blauran yang jadwalnya tahun 2010 ini direnovasi namun dipastikan bakal molor. Pasanya, bantuan anggaran dari pusat baru bisa digunakan di 2011.
“Kita juga minta ke PD Pasar Surya untuk bisa mempertemukan langsung pedagang pasar tradisional dengan pemasok. Kalau ini bisa dilakukan ritel modern, kenapa tidak untuk pasar tradisional. Dengan bertemu langsung pemasok, harga di tingkat konsumen bisa lebih murah sama halnya dengan ritel modern. Bagaimana pun juga, harga di pasar tradisional sangat menentukan. Meski kondisi pasar becek, tapi kalau harga lebih murah pasti didatangi konsumen,”pungkas RENI. (tin)
sumber : suarasurabaya, 26 Januari 2010



Comments