Punya Modal Awal karena Pemilih Wanita Lebih Banyak

1 Februari 2010

Foto Yulyani 111
Politisi, akademisi, dan aktivis perempuan sepakat bahwa bakal calon wali kota (cawali) perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan cawali laki-laki. Kesimpualn itu terangkum dalam diskusi terbuka bertajuk Menakar Pe­luang Perempuan dalam Pilwali Su­ra­baya kemarin (30/1). Diskusi di gedung Graha Wijaya lantai 1 Universitas 17 Agus­tus 1945 tersebut menghadirkan tiga pembicara kunci. Mereka adalah dua perempuan yang bakal maju dalam pilwali. Yakni, Yulyani dan Emy. Mereka didampingi sosiolog Unair Hotman Siahaan.

Cawali yang di­usung PKS Yulyani menegaskan bahwa tidak ada bedanya antara cawali pe­rem­pu­an dan cawali lelaki. Yulyani me­nam­bahkan, perempuan memiliki semua sya­rat yang dibutuhkan untuk bisa men­jadi pemimpin. Namun, po­litikus pe­rempuan harus melakukan be­berapa hal. Di antaranya, mengambil pe­luang yang ada. Perempuan, kata Yulyani, harus bisa dan pengen me­ngambil peluang yang terbentang. Saat ini, demokrasi sudah cukup ramah ter­hadap perempuan. Salah satu bukti kon­kretnya adalah kuota 30 persen kursi di parlemen wajib dimiliki oleh perempuan.

“Syarat lainnya adalah perempuan ha­rus fight. Soal-soal seperti izin tidak ikut rapat gara-gara anak sakit atau tidak bisa datang ke pertemuan gara-gara pembantu pulang kampung adalah hal yang sangat tidak populis bagi politisi,” tegasnya.

Yulyani lantas mencontohkan pen­ca­lonan­nya dalam pileg untuk mem­pe­re­butkan kursi di DPRD Jatim lalu. Dalam ajang itu, Yulyani mengaku tidak niat. Dia hanya memiliki modal Rp 850 ribu. Uang tersebut digunakan untuk mencetak 30 ribu kartu nama. Namun, meski de­ngan kampanye yang asal-asalan itu, Yulyani mencetak rekor yang luar biasa. Dia bisa mengumpulkan 8 ribu suara. “Ka­lau saya sungguh-sungguh, saya yakin hasilnya akan baik,” tegasnya. (nur/oni)

sumber : jawapos, 31 Janauari 2010, diolah

Kirim Komentar


Spam Protection by WP-SpamFree