Yulyani Prihatin Perdagangan Online Anak dan Remaja
Sehari setelah ditangkapnya jaringan perdagangan online anak dan remaja oleh polisi, membuat YULYANI bakal calon walikota (Bacawali) Surabaya dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) prihatin. Apalagi, sudah mulai banyak masyarakat khususnya ibu rumah tangga, aktivis perempuan dan remaja prihatin akibat terkuaknya prostitusi remaja online ke media massa.
TRI SETIAWATI HARTINI Ketua Posko Gerakan Hati Yulyani pada suarasurabaya.net, Senin (01/02), mengatakan sejak tadi pagi, melalui SMS Center Yulyani, puluhan warga yang mengeluh dan sambat agar kasus yang tergolong trafficking anak muda ini tidak terjadi lagi.
“Beberapa warga khususunya ibu-ibu juga menitipkan aspirasi ke YULYANI sebagai calon walikota agar memperbanyak sarana dan progam yang menunjang pertumbuhan mental dan jiwa anak muda, yang juga masa depan kota ini,”ujarnya.
Menanggapi terkuaknya jaringan prostitusi remaja di Surabaya, YULYANI mengatakan hal ini makin membuktikan pembangunan kota Surabaya selama ini belum menyentuh aspek mental secara memadai. “Seharusnya APBD yang Rp 4 trilyunan itu tidak hanya mengkover pembangunan fisik saja, tapi juga bagaimana menyentuh pembangunan SDM,”tukas YULYANI mantan anggota Komisi B DPRD Surabaya periode 2004-2009 yang dikenal cukup ‘vokal’.
Apalagi yang terkena korban prostitusi online ini adalah para remaja, yang masih belia, mereka tidak bisa disalahkan begitu saja. Hal ini, menurut YULYANI, disebabkan atmosfer pembangunan kota selama ini tidak berpihak pada pembangunan hati.
Oleh karena itu, YULYANI sebagai Bacawali Surabaya siap mengubah wajah kota metropolis ini dengan mengusung jargon “Dengan Hati Untuk Surabaya Kota Kita”. “Surabaya harus menjadi kota yang nyaman bagi semuanya, termasuk anak-anak muda” pungkas perempuan yang pernah menjadi Women of The Year 2006” tingkat nasional versi CMI Jakarta. (tin)
sumber : suarasurabaya.net 1 Februari 2010
Kirim Komentar