Yulyani Dongkrak Elektabilitas, Bidik Komunitas Putih Abu-abu

3 February 2010 oleh FPKS | 65 klik 

Pin Bu Yul
Surya- Seminggu pascadeklarasi, kandidat calon wali kota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) langsung tancap gas dengan menyosialisasikan diri ke masyarakat.

Tujuannya agar pada survei DPP PKS elektabilitas mantan anggota DPRD Surabaya ini signifikan dan pada akhirnya mendapat rekomendasi DPP. “Karena indikator rekomendasi DPP ini elektabilitas, jadi saat ini kami menggenjotnya agar tingkat persentasenya tinggi,” terang Ahmad Suyanto, Ketua Tim Sukses, saat mendampingi Yulyani berkunjung ke Kantor Harian Surya, Selasa (2/2).

Hasil survei sementara pada, pertengahan Januari 2010, menunjukkan tingkat elektabilitas Yulyani masih 4 persen. Ini beralasan, karena belum ada upaya apapun untuk meningkatkan elektablitas. Bahkan, belum ada kesanggupan maju dari Yulyani.

Rencananya, Yanto akan menggenjot persentase itu 10 hingga 15 persen. “Ini baru target tim sukses. Belum ada campur tangan partai. Kalau sudah mendapat rekomendasi, tentu partai akan bergerak lebih,” kata Yanto yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya.

Untuk meningkatkan elektabilitas, tim sukses menggerakkan tiga komunitas, yakni komunitas putih abu-abu (usia 17 tahun plus), komunitas gerakan hati Yulyani yang berisi lintas suku dan agama (ini dibuat setelah Yulyani tidak lagi menjadi anggota DPRD Surabaya) dan komunitas Mba’ Yul yang beranggotakan masyarakat umum yang pernah diadvokasi Yulyani saat menjadi anggota dewan, termasuk para pedagang pasar.

“Kami berharap, tiga minggu ke depan sudah ada rekomendasi dari DPP untuk Mbak Yul,” tegas Yanto.

Sambil menunggu rekomendasi, tim sukses juga mencoba menawarkan Yulyani untuk berkoalisi dengan partai lain. Ini beralasan karena dengan lima kursi PKS butuh tiga kursi lagi untuk maju. “Ini sebenarnya wewenang partai, tapi kami juga mencoba mendekati partai lain,” kata Yanto.

Terkait kemungkinan bergabung dengan PKB dan Gerindra yang lebih dulu mengisyaratkan berkoalisi dengan mengusung nama BF Sutadi, Yanto belum bisa memastikan. “Kami masih terus berkomunikasi, termasuk dengan PAN, PPP, PKNU, dan partai nonparlemen yang suaranya 7,2 persen,” ujar Yanto yang juga Ketua Bappilu DPD PKS Surabaya.

Bagaimana dengan Partai Demokrat dan PDIP? Yanto mengaku komunikasi juga tetap terjalin. “Yang jelas, dalam koalisi ini kami tahu diri dan percaya diri. Tahu diri dengan partai yang suaranya lebih tinggi, percaya diri dengan partai yang suaranya lebih rendah,” tuturnya.

Sementara itu, Yulyani bertekad menggunakan cara-cara yang indah untuk mendapatkan dukungan masyarakat. “Memang kalau perempuan agresif di politik itu sering diartikan ambisius, tapi dalam sastra diartikan kreatif. Yang jelas saya sendiri ingin menjadi mitra kaum laki-laki,” kata Yulyani yang hadir bersama empat anggota tim suksesnya.

Terkait pencalonannya yang terkesan mendadak, menurut peraih Women of The Year 2006 bidang Politik versi CMI-Jakarta ini karena butuh pertimbangan yang matang. “Tapi, pahlawan itu kan selalu datang terakhir. Saya hanya ingin memanfatkan kesepatan yang ada untuk pembelajaran politik. Menang kalah itu tidak masalah,” ujarnya.

sumber : surya, 3 Februari 2010 diolah

Comments