Yulyani Diminta Berantas Pungli

18 Februari 2010

Pin Bu Yul
SURABAYA — Dukungan bacawali dari PKS, Yulyani terus mengalir. Kini giliran mahasiswa memberikan dukungan mantan anggota Komisi B DPRD Surabaya. Alasannya, hanya Yulyani yang berani komitmen untuk mewujudkan pemerintahan kota yang bersih.

Arif Sontajaya, Ketua Front Mahasiswa Surabaya (FMS) mengatakan dirinya datang bersama 30 anggota FMS yang berasal dari berbagai kampus di Surabaya. Diantaranya Unair, ITS, Unesa, IAIN Sunan Ampel dan Ubaya. Anak-anak muda ini meminta kepada bakal calon walikota Surabaya untuk berani memberantas pungli dan korupsi. “APBD Surabaya itu 4 triliun lebih, tapi kemiskinan dan pengangguran di Surabaya masih tinggi. Ini ada apa, belum lagi masalah kesempatan kerja yang makin sulit,’’ kata Sonta, dalam pertemuan FMS dengan Yulyani, Senin (15/2). Menurut mereka, Yulyani sudah bersih dan vokal saat menjadi anggota DPRD Kota Surabaya. “Kita butuh sosok pemimpin yang tegas dan berani memberantas pungli dan KKN,’’ detusnya.

Selain isu korupsi, FMS juga mengharap calon walikota memiliki kepedulian terhadap pengentasan pengangguran, khususnya di kalangan pemuda produktif di Surabaya. ‘’Masak APBD 4 triliun lebih, nomor 1 terbesari di Jawa Timur, tapi masih ada kelurahan-keluruhan bahkan kampung yang miskin dan bahaya gizi buruk, khususnya di Surabaya Utara,’’ katanya.

Mendengar harapan itu, Yulyani mengatakan akar masalah dari banyaknya pengangguran, kemiskinan, gizi buruk dan masalah kesehatan lainnya adalah bagaimana APBD yang trilyunan itu tidak dikelola dengan baik dan transparan. ‘’Lalau kita jalankan pemerintahan yang efektif, dan mencegah KKN, saya yakin, APBD yang tinggi itu akan merembes juga untuk peningkatakan kesejahteraan rakyat,’’ ujar Mbak Yul, panggilan akrab Yulyani n do

sumber : surabaya pagi, 16-02-10

1 komentar untuk “Yulyani Diminta Berantas Pungli”

  1. bonek pada 10 Maret 2010 3:34 pm

    gimana gak miskin…layanan ke masyarakat rendah, pungli di tinggikan…
    contoh pembuatan ktp saja..mulai kelurahan sampai kecamatan MBAYAR…
    alasannya kerja lembur dan lain-lain…
    logikane, kalo pegawai pemkot bekerja di bagian layanan KTP pasti digaji sesuai dengan bagiannya. mengapa masih minta jasa siiih…
    apakah pemkot gak ngasih gaji tha sama pegawainya….

Kirim Komentar


Spam Protection by WP-SpamFree