Sudutkan Legislatif Anggota Banggar Sesalkan Pernyataan Walikota

26 February 2010 oleh FPKS | 69 klik 

Bu Reni di PA APBD
suarasurabaya.net| Anggota Badan anggaran (Banggar) DPRD Surabaya menyesalkan pernyataan BAMBANG DH Walikota Surabaya saat penyerahan tambahan penghasilan guru PNS non sertifikasi di Surabaya. Sambutan Walikota di hadapan guru sekolah mulai TK, SD, SMP dan SMA/SMK, Kamis (25/02), dinilai RENI ASTUTI anggota Banggar menyudutkan kalangan legislatif.

Menurut RENI, pada penggalan pidatonya, walikota menuding dewan telah menghambat pencairan tambahan penghasilan yang akhirnya baru dikucurkan hari ini.

“Mestinya sebagai pemimpin Surabaya, beliau tidak asal bicara. Kami yang di dewan, tidak pernah sama sekali ada niatan menghambat pencairan dana Rp 16, 2 milyar itu,”ujar RENI usai menghadiri undangan pencairan tambahan penghasilan guru PNDSD Surabaya, di gedung Sawunggaling Pemkot.

Justru kalau dewan dinilai menghambat, RENI balik bertanya, kenapa Pemkot baru mengajukan surat ke DPRD perihal persetujuan kegiatan mendahului Perubahan Anggaran Keuangan (MPAK) satu bulan setelah surat dari Departemen Keuangan keluar.

“Surat dari Depkeu beserta permenkeunya, turun akhir Desember 2009, tapi kenapa Pemkot baru ajukan ke dewan per tanggal 29 Januari 2010.itu saja Kemudian, Aturannya memang kalau tidak dicairkan sampai akhir Februari, dana dari pusat yang ada di Kas Daerah itu akan ditarik. Jadi, tidak ada sama sekali Banggar menghambat,”tukasnya.

RENI menyesalkan pernyataan BAMBANG DH tersebut, seolah-seolah di depan guru-guru se Surabaya, pencairan tambahan penghasilan guru ini dihambat oleh dewan. Yang terjadi, justru Banggar tidak ingin pencairan dana ini berbau kampanye, karena sudah musim Pemilukada.

“Karena itu jangan sampai pencairan dana ini berbau kampanye, karena dana ini sudah merupakan program pemerintah pusat, bukan bahan jualan kampanye Pilwali,”tukasnya. (tin)

sumber : suarasurabaya, 25 Februari 2010

Comments