Rp 6,8 Miliar Sambung Lakarsantri-Darmo Perma, Pecah Kemacetan Manukan ?
8 March 2010 oleh FPKS | 170 klik

SURABAYA – SURYA- Setelah sukses memecah kemacetan di wilayah Banyuurip, Pemkot Surabaya akan membuat jalan tembus Darmo Permai-Lakarsantri mulai 2010 ini. Kepala Bappeko Surabaya, Tri Rismaharini mengungkapkan, jalan tembus sepanjang 5,5 km itu akan difokuskan untuk memecah kemacetan di daerah Manukan.
Saat ini, hampir setiap hari kemacetan terjadi terutama di Jl Manukan Dalam, Perempatan Balongsari, dan di Jl Darmo Indah. Ini karena warga yang akan ke pusat kota lebih suka melewati Jl Mayjen Sungkono.
Sebenarnya ada alternatif lain melewati Jl Lontar, HR Muhammad, ke Mayjen Sungkono, namun aksesnya terlalu panjang dan butuh waktu lama.
“Jalan tembus ini nantinya juga bisa sebagai jalan pintas,” ujar Risma saat ditemui di acara peresmian kantor baru Harian Surya, Rabu (20/1). Anggaran pembangunan sekitar Rp 6,8 miliar diambilkan dari APBD Surabaya 2010. Leading sector-nya adalah Dinas Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya melalui pihak ketiga. “Kemungkinan saat ini dalam proses lelang,” kata alumnus ITS Surabaya.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Reni Astuti, belum mengetahui rencana ini. Itu sebabnya, dia akan memanggil Dinas Bina Marga dan Pematusan meminta penjelasan mengenai proyek ini. Namun demikian, ia setuju dengan proyek yang bertujuan mengurangi kemacetan ini. Bahkan, lanjutnya, jalan tembus ini bisa mendukung pengembangan wilayah Surabaya barat yang saat ini sedang menjadi fokus pengembangan Surabaya. “Bisa mendukung berbagai fasilitas pengembangan di sana (Surabaya Barat), termasuk Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada,” ungkap politisi PKS ini.
Dalam proses pembangunan, Reni meminta pemkot memperhatikan kondisi masyarakat sekitar, terutama saat pembebasan lahan. “Harus ada sosialisasi kepada masyarakat. Jangan sampai pemkot sewenang-wenang memberi ganti rugi rendah kepada warga, itu akan merugikan. Karena itu harus sama-sama untung,” tuturnya.
Masalah lain yang tidak kalah pentingnya adalah soal lelang. Panitia lelang harus memilih kontraktor yang benar-benar layak, fokus, dan bisa menyelesaikan tepat waktu. Pengalaman 2009, banyak kontraktor merangkap pengerjaan proyek lain, sehingga sering terbengkalai dan tidak tepat waktu.
Seperti pembangunan tiga lokasi box culvert yang dikerjakan satu kontraktor. Ketiga box culvert ini pengerjaannya melewati batas waktu. Hal itu bisa terjadi karena ketika lokasi yang satu disorot dia baru fokus ke sana, sedangkan lokasi lain ditinggalkan, sehingga tidak ada yang fokus. “Yang pasti jangan asal membangun, kualitas fisik harus sesuai dengan perencanaan. Jika tidak kami akan bersikap,” ujarnya. nuus
sumber : surya, 26-01-2010

Comments