Fandi Utomo Merapat ke PKS ?
10 March 2010 oleh FPKS | 255 klik

SURABAYA (SI) – Akhirnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) laku juga.Niat Fandi Utomo –yang tersingkir dari persaingan Partai Demokrat– untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) belum juga surut.
Dia mulai mendekat ke partai berbasis Islam itu. Fandi yang berhasrat maju sebagai calon wali kota (cawali) kepincutpada calon yang diusung PKS,Yulyani, dan ingin menggandengnya sebagai calon wakilnya. ”Pendekatan kepada PKS masih kami lakukan intensif. Soal pasangan calon,kami sudah sepakat,” kata anggota tim sukses Fandi Utomo,Dedy Prasetyo, pada Seputar Indonesia(SI),kemarin.
Dedy mengaku, sebenarnya pihaknya belum mau banyak mengekspose persoalan ini,karena kesepakatan belum final 100%. Kalau kesepakatan dan bagaimana cara untuk maju sudah ditentukan pasti, pelantikan keduanya akan dilakukan terbuka.“Sabar saja, Mas, semua masih proses kok,”ujar dia. PKS sendiri, seperti biasa, masih malu-malu menjelaskan langkah politik mereka.
“Untuk sementara kami masih belum menentukan sikap,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PKS Surabaya Akhmad Suyanto. Namun, menurut informasi yang beredar di internal partai itu, tokoh-tokoh PKS terus merapatkan barisan untuk menentukan langkah kalau sepakat mendorong Fandi-Yulyani maju dalam Pilwali.
Kemarin beberapa tokoh PKS yang bertemu untuk membahas kemungkinan itu.Menurut sumber SI di PKS, mereka yang bertatap muka adalah Akhmad Suyanto, Ahmad Jabir,Alfan Kuseiri,dan Tri Setijo Puruwito.Mereka bertemu sekitar pukul 16.00 WIB kemarin. Ketua Tim Otonomi Musyarokah Daerah (Tomda) DPD PKS Kota Surabaya Ibnu Sobir juga belum berani berkomentar soal kabar tersebut.
Malah,dia mengaku belum pernah melakukan pembicaraan dengan Fandi Utomo atau memasukkan nama Fandi dalam agenda partai. ”Nggak,Mas, belum ada rencana seperti itu (menggandengkan Yulyani dengan Fandi Utomo). Sampai saat ini keputusan DPP PKS terkait laporan komunikasi politik kami di daerah juga belum ada,”katanya kepada SI.
Soal pembicaraan menuju koalisi dengan partai lain,alumnus pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang ini tidak menampik. Tapi, terlepas dari sikap malumalu PKS, dengan mendekatnya Fandi di masa injury time jelang pendaftaran calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, PKS membuktikan bahwa daya pikat mereka sebagai salah satu partai besar masih moncer.
Ini juga bisa mereka jadikan momentum untuk membuktikan pada para kompetitor, bahwa mereka bukan hanya partai penonton dalam kompetisi pertengahan tahun nanti. Tapi upaya mengusung dua kandidat itu bukan perkara mudah. Kendaraan politik mereka masih belum cukup amunisi.
Kemungkinan partai yang bakal mengusung pasangan ini adalah PKS, Partai Kebangkitan Nasional Umat (PKNU), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kendati pun tiga partai itu bersatu, syarat minimal dukungan parlemen untuk parpol yang ingin mengusung calon sendiri masih kurang.
Karena, PKS hanya punya lima kursi di legislatif, sedangkan PKNU dan PPP masing-masing satu kursi. Total ada tujuh kursi. Untuk bisa mengajukan calon sendiri, minimal harus punya delapan kursi di Dewan. (arief ardliyanto/ ihya’ ulumuddin)
sumber : seputar-Indonesia, 10 maret 2010



Comments