Bertahun-Tahun PT Abattoir Sakit, Didiamkan Pemkot

10 March 2010 oleh FPKS | 168 klik 

Pak Tri Setijo
suarasurabaya.net| PT Abattoir Surya Jaya satu diantara BUMD milik Pemkot Surabaya kondisinya memprihatinkan. Kinerja yang amburadul dan terancam bangkrut namun selama bertahun-tahun didiamkan oleh Pemkot Surabaya.

Bahkan tanpa diketahui Pemkot Surabaya, pemegang saham lainnya ditengarai secara diam-diam menempatkan tanah milik Pemkot Surabaya dimasukkan ke aset PT Abattoir senilai Rp 4,6 milyar tapi belum dinilai untuk sekarang.

PT Abattoir pada tahun 2008 merugi Rp 1.458.613.400, dan tahun 2009 rugi 271.182.519. Kondisi ini, dinilai Pansus Penyertaan Modal 5 BUMD, sangat ironis.

Sebagai pemegang saham PT Abattoir Surya Jaya, kata TRI SETIJO PURUWITO anggota Pansus pada suarasurabaya.net, Jumat (12/02), seharusnya ini tidak terjadi kalau benar-benar serius mengembangkan BUMD yang dikelolanya.

Tapi kenyataannya, Pemkot berleha-leha meski BUMD itu terancam bangkrut dan bertahun-tahun tidak diberi deviden. TRI menjelaskan nilai total saham PT Abattoir sebesar Rp 3 milyar terdiri dari 50% saham dimiliki Induk KUD (Inkud) Jakarta senilai Rp 1,5 milyar, 20% PD Dharma Jaya Jakarta senilai Rp 600 juta dan 30% saham dari Pemkot Surabaya senilai Rp 900 juta.

Menurut TRI yang juga anggota Komisi B DPRD Surabaya, BUMD milik Pemkot Surabaya ini hanya jadi ‘sapi perahan’ dari dua pemilik saham lainnya. Manajemen Inkud hanya menerapkan kebijakan yang menguntungkan pihak mereka sendiri.

Dari evaluasi data yang diterima Pansus, ada kesimpulan bahwa BUMD tersebut rugi. Dalam draf Pemkot Surabaya, penyertaan modal berupa lahan. Padahal seharusnya, penyertaan modal berupa uang bukan lahan.

“Lahan itu bisa disewakan ke pemilik saham lainnya sehingga ada tambahan dana yang bisa diterima Pemkot Surabaya. Kenyataannya, pada 1991 aset berupa lahan pernah disewa mereka tapi sekarang justru dijadikan aset mereka. Untuk itu, Pansus akan membuka kembali perjanjian yang pernah dilakukan pemilik saham di era kepemimpinan SOENARTO,”tukas TRI.

Dalam laporan yang diterima TAMADOY THAMRIN Dirut PT Abattoir Surya Jaya, kondisi BUMD saat ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Artinya, biaya operasional dengan keuntungan, mulai berimbang, namun masih punya hutang.

Meski demikian, tambah TRI, Pansus Penyertaan Modal akan membongkar kembali Perda Penyertaan Modal yang pernah dikerjakan DPRD Surabaya periode sebelumnya. (tin)

sumber : suarasurabaya, 12-02-2010

Comments